BINTUNI,KLIKPAPUA.com – Suasana sukacita dan kehangatan persaudaraan menyelimuti penyambutan rombongan kontingen Pesparani Katolik dari Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Fakfak yang tiba di Teluk Bintuni pada Sabtu.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara beserta jajaran, sebagai wujud nyata komitmen memperkuat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama se-Papua Barat.
Wakil Bupati Joko Lingara menyambut hangat ratusan peserta yang datang. “Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Teluk Bintuni, selamat datang di Tanah Sisar Matiti! Kami bangga sekali menjadi tuan rumah saudara-saudara dari Kaimana dan Fakfak. Semoga kalian betah, nyaman, dan merasakan kehangatan persaudaraan yang senantiasa mengikat kita,” ujarnya.
Ia menegaskan ajang Pesparani bukan sekadar lomba menyanyi. “Kita berkumpul di sini bukan hanya untuk berlomba meraih juara, melainkan untuk bersukacita bersama, mempererat tali persaudaraan, dan yang terpenting—memuliakan nama Tuhan. Prestasi adalah hasil, namun kebersamaan dan iman adalah inti dari perjumpaan ini,” jelasnya.
Penyelenggaraan ini pun diharapkan menjadi bukti nyata bahwa Papua Barat adalah tanah yang menjunjung tinggi persatuan, kerukunan, dan toleransi.
Kontingen Kaimana berjumlah 248 peserta, didampingi Staf Ahli Pemerintahan Blasius Kilmas, Sekretaris BPKAD Theodorus Kirwa, serta Ketua LP3KD RM. Stanislaus Jenambur, O.Carm. Sementara itu, Fakfak mengirimkan 130 peserta di bawah pimpinan Wakil Kontingen Silvester Sia.
Mewakili Pemkab Kaimana, Blasius Kilmas mengucap syukur karena seluruh rombongan tiba dengan selamat setelah menempuh perjalanan laut yang cukup panjang. “Kami datang bukan semata mengejar kemenangan, tapi untuk memuliakan Tuhan lewat nyanyian dan membangun persaudaraan yang erat. Jalani lomba dengan hati tulus, semangat pelayananlah yang paling utama,” pesannya.
Silvester Sia dari Fakfak juga menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa hangat. “Pesparani ini mengukuhkan bahwa persaudaraan antardaerah dan toleransi adalah identitas kita bersama. Nilai inilah yang harus kita jaga dan wariskan untuk masa depan Papua Barat,” tutupnya.
Kehadiran kedua kontingen ini semakin melengkapi semarak perhelatan akbar yang akan berlangsung, sekaligus meneguhkan tekad bersatu dalam melayani dan memuliakan Tuhan lewat seni suara gerejani.(red)





















