BINTUNI,KLIKPAPUA.com– Ribuan masyarakat yang mewakili puluhan suku memadati jalanan Kabupaten Teluk Bintuni dalam gelaran Parade Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten setempat, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan meriah ini menjadi penanda nyata bahwa keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat di Teluk Bintuni bukanlah pemisah, melainkan simbol persatuan dan kekuatan besar yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
Parade budaya yang penuh warna ini mengambil rute dari Kantor Klasis Iguriji hingga berakhir di Gelanggang Argosiegemrai. Sepanjang perjalanan, para peserta tampil gagah dan indah mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing, sambil menampilkan tarian-tarian tradisional yang memukau.
Penampilan mereka sukses menarik perhatian warga yang berbondong-bondong berdiri di sisi jalan untuk menyaksikan dan menyemangati barisan kebudayaan tersebut.
Sedikitnya 25 suku tercatat ambil bagian dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah tujuh suku besar yang telah lama mendiami wilayah Teluk Bintuni, yaitu Suku Kuri, Sebyar, Sumuri, Irarutu, Moskona, Sough, dan Wamesa. Selain ketujuh suku asli tersebut, parade juga diikuti oleh perwakilan berbagai suku lain dari tanah Papua, hingga suku-suku dari berbagai penjuru Nusantara yang telah menetap, berbaur, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Teluk Bintuni.

Kirab budaya ini secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, I.B. Putu Suratna, di titik keberangkatan. Setibanya di lokasi akhir di Gelanggang Argosiegemrai, rombongan parade disambut langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di hadapan pimpinan daerah, setiap kelompok suku kembali menampilkan tarian adat dan atraksi budaya sebagai wujud kebanggaan identitas masing-masing.
Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi luar biasa masyarakat yang telah menunjukkan kekayaan budaya yang luar biasa dimiliki oleh Teluk Bintuni.
Ia menegaskan, parade ini adalah bukti hidup tentang kerukunan yang tumbuh subur di wilayahnya. “Kehadiran seluruh suku Papua, suku Nusantara, serta berbagai kerukunan masyarakat dalam parade ini menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan besar yang mempersatukan kita dalam bingkai persaudaraan dan kebersamaan di tanah Teluk Bintuni yang kita cintai bersama,” ujar Bupati Yohanis.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang suku, agama, budaya, maupun adat istiadat tidak boleh dipandang sebagai pemisah atau jurang pemisah. Sebaliknya, segala perbedaan itu adalah kekayaan luar biasa dan modal sosial yang harus dijaga, dirawat, dan dikembangkan bersama demi memperkuat identitas daerah.
“Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal harus terus dilestarikan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang, sekaligus menjadi perekat yang memperkuat semangat persatuan kita semua,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Bupati Yohanis mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kaum perempuan, hingga seluruh warga, untuk terus bergandengan tangan mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan Teluk Bintuni hanya bisa diraih melalui kerja sama dan sinergi yang erat antara pemerintah dan rakyat. “Mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Teluk Bintuni yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita wujudkan masa depan daerah yang lebih baik, lebih cerah, dan membawa manfaat bagi kita semua,” pungkas Bupati Yohanis.(red)





















