Wujud Nyata Inklusivitas, Muhammadiyah Papua Barat Catat 70 Persen Siswa-Mahasiswa adalah Putra Asli Papua dan Non-Muslim

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang inklusif di Tanah Papua. Hal ini dibuktikan dengan potret demografi siswa di sekolah Muhammadiyah yang mayoritasnya merupakan anak-anak asli Papua dan beragama non-Muslim.

​”Muhammadiyah di Papua tidak sedang menanam sekat perbedaan, melainkan sedang menenun sajadah kemanusiaan yang universal melalui jalur pendidikan,” ujar Ketua PWM Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya, dalam acara Rakerwil II sekaligus peresmian SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari di Bukit Arfai, Kamis (28/5/2026).

​Dr. Mulyadi memaparkan, sekitar 60 hingga 70 persen siswa di SMAMCO Manokwari adalah anak-anak asli Papua dan non-Muslim. Sekolah ini lahir sebagai titik temu antara nilai agama dan kearifan lokal masyarakat Arfak, “Igya Ser Hanjob” (komitmen menjaga hutan dan lingkungan).

Rampungkan Sekolah di Atas Batu Karang dalam 4 Bulan

Meski baru berjalan satu tahun dan bermula dari bangunan klinik bekas, SMAMCO kini telah berkembang pesat. Atas dedikasinya, pemerintah mempercayakan program Unit Sekolah Baru (USB).

​Hebatnya, pembangunan 13 gedung megah di atas struktur bukit batu karang yang keras berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 4 bulan, dari target awal 10 bulan.

“Kerasnya batu karang kalah oleh kerasnya tekad dan komitmen kader-kader Muhammadiyah,” tegas Dr. Mulyadi di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Ekspansi ke Seluruh Wilayah Papua Barat

​Selain meresmikan SMAMCO Manokwari, PWM Papua Barat juga meluncurkan beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) baru, di antaranya: SD Muhammadiyah Kaimana, SMA Muhammadiyah Maritim Kaimana, SMA Muhammadiyah Saintek Fakfak, TK ABA ‘Aisyiyah 3 Manokwari.

​Muhammadiyah menargetkan pada tahun 2027 seluruh kabupaten di Papua Barat sudah memiliki sekolah Muhammadiyah, dengan menyisakan Manokwari Selatan dan Teluk Wondama yang kini sedang dipersiapkan.

Dalam kesempatan tersebut, PWM Papua Barat juga menyatakan kesiapannya mengelola program Sekolah Terintegrasi di atas lahan seluas 54 hektare milik Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU).

​Acara ini dihadiri langsung oleh Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Irwan Akif, Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari, serta para tokoh adat dan kepala suku Papua Barat.(rls/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses