
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manokwari menyiapkan 27 titik pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Manokwari.
PHBI juga berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan tertib.
Ketua PHBI Kabupaten Manokwari, H. Muhammad Mansyur, mengatakan titik pelaksanaan Salat Idul Adha mencakup masjid, lapangan terbuka, hingga lembaga pemasyarakatan.
“Sebanyak 27 titik itu di antaranya berada di Lapas Kampung Ambon, Lapas Anak dan Perempuan di Prafi, Ruang Terbuka Publik (RTP), Masjid Darul Ulum Amban, Lapangan Fasharkan, Lapangan Kodam, Lapangan Mako Brimob, hingga Masjid Annur Maruni,” kata Mansyur, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, seluruh petugas pelaksana Salat Idul Adha telah disiapkan di masing-masing lokasi. PHBI juga menggandeng Polresta Manokwari untuk pengamanan kegiatan, termasuk pelaksanaan takbir keliling.
Menurutnya, takbir keliling dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam dengan titik start dari Masjid Jami Merdeka dan finis di Masjid Fasharkan. Rute kegiatan tahun ini dibuat lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya.
“Rutenya tidak terlalu jauh karena tidak melewati Pasar Wosi atau Beringin, tetapi langsung berputar di Jalan Haji Bauw. Selain itu, menjelang Pesparawi kemungkinan sudah banyak tamu yang hadir di Manokwari sehingga rutenya diperpendek agar kegiatan tidak selesai terlalu malam,” ujarnya.
PHBI juga mengimbau masyarakat yang mengikuti takbir keliling agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan kendaraan yang aman dan layak jalan. Peserta yang menggunakan sepeda motor diharapkan dapat bergabung dengan kendaraan roda empat agar lebih tertib dan aman. Kami tidak menghendaki adanya hal-hal yang mengganggu jalannya takbir keliling,” katanya.
Mansyur optimistis pelaksanaan takbir keliling tetap berjalan aman dan kondusif karena pengamanan dari pihak kepolisian telah disiapkan.
Sementara itu, terkait pelaksanaan kurban tahun ini, ia memperkirakan jumlah hewan kurban di Manokwari mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Idul Adha 1446 Hijriah, jumlah sapi kurban tercatat sekitar 704 ekor ditambah sejumlah kambing.
“Tahun ini kemungkinan menurun. Dari laporan beberapa masjid dan lembaga, jumlah hewan kurban rata-rata berkurang, mungkin dipengaruhi kondisi efisiensi saat ini,” ungkapnya.
Meski demikian, ia berharap penurunan jumlah hewan kurban tidak mengurangi makna ibadah kurban bagi umat Islam.
“Mudah-mudahan kondisi ini tidak menjadi masalah, tetapi menjadi pelajaran bagi kita semua tentang makna pengorbanan. Yang terpenting, saudara-saudara kita tetap bisa menikmati daging kurban karena penyembelihan dapat dilakukan hingga tiga hari,” tandasnya. (mel)




















