
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menggelar nonton bareng (nobar) dan dialog akademik film dokumenter Pesta Babi di Kampus STIH Wosi, Manokwari, Senin malam (18/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat umum yang antusias mengikuti pemutaran film hingga sesi diskusi.
Film dokumenter yang disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu mengangkat isu konflik agraria di Papua Selatan, proyek food estate dan perkebunan skala besar, dampak deforestasi, serta persoalan masyarakat adat Papua seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu.
Pihak STIH Manokwari memfasilitasi pemutaran film menggunakan layar videotron berukuran besar dengan dukungan tata suara yang memadai agar peserta dapat mengikuti jalannya film dengan nyaman.
Selain pemutaran film, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber untuk membedah isi dan pesan yang terkandung dalam dokumenter tersebut.
Narasumber yang hadir yakni Ketua STIH Manokwari sekaligus Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, Guru Besar Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan dan Kebijakan Politik Sumber Daya Alam Universitas Papua, Prof Dr. Sepus Fatem, serta pakar ekonomi pembangunan Papua Barat Universitas Papua, Dr. Victor Rumere.
Usai pemutaran film, para narasumber bersama peserta mendiskusikan berbagai persoalan yang diangkat dalam film, mulai dari isu lingkungan, hak masyarakat adat, hingga kebijakan pembangunan di Papua.
Film Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita belakangan menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai daerah di Indonesia karena mengangkat persoalan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam di Papua Selatan. (dra)




















