
FAKFAK,KLIKPAPUA.com– Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma menyerap berbagai aspirasi terkait persoalan pendidikan saat melakukan kunjungan reses di Distrik Kramongmongga, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Senator Filep bertemu dengan para kepala sekolah se-Distrik Kramongmongga di SD Inpres Krawargeb, Kampung Kramongmongga.
Ia juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) serta kondisi pendidikan dasar, mulai dari tenaga pendidik hingga sarana dan prasarana pendidikan.
Kunjungan itu disambut para guru dan siswa-siswi setempat. Dalam dialog bersama para kepala sekolah, berbagai persoalan pendidikan di daerah pedalaman disampaikan, mulai dari minimnya fasilitas pendidikan hingga kesejahteraan guru.
Kepala SD Inpres Krawargeb, Petronela Maryany Heremba, mengatakan lima sekolah dasar di Distrik Kramongmongga merasa bangga atas kunjungan tersebut karena baru pertama kali sekolah mereka dikunjungi pejabat negara.
“Kami berharap aspirasi yang sudah disampaikan para kepala sekolah dapat diteruskan ke pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Filep menilai pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) di sektor pendidikan belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan pendidikan di wilayah pedalaman Papua Barat, khususnya di Fakfak.
Menurutnya, berdasarkan aspirasi para guru dan orang tua siswa, banyak tenaga pendidik di daerah pedalaman belum memiliki rumah dinas sehingga harus menempuh perjalanan hingga dua jam dari kampung menuju sekolah.
“Ini sesuatu yang ironis. Pada tahun 1980-an hingga 1990-an sebelum ada Otsus, sekolah-sekolah justru memiliki rumah dinas guru. Sekarang dengan adanya anggaran Otsus, hal-hal penting seperti itu malah tidak tersedia,” katanya.
Selain persoalan rumah dinas, Filep juga menyoroti bantuan seragam sekolah yang bersumber dari dana Otsus yang disebut belum menjangkau sekolah-sekolah di pedalaman.
Ia juga mengungkapkan rendahnya tingkat kelulusan siswa sekolah dasar di Distrik Kramongmongga.
Bahkan, terdapat sekolah yang hanya meluluskan satu siswa dalam satu tahun ajaran, sementara jumlah tertinggi hanya lima siswa.
“Artinya, jangan hanya bangga dengan banyaknya pembangunan sekolah, tetapi output pendidikan juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Filep turut menyoroti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut belum menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pedalaman, terutama di Distrik Kramongmongga.
Ia memastikan akan mendorong Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk menyediakan rumah dinas bagi guru dengan memanfaatkan dana Otsus.
Selain itu, para guru juga menyampaikan harapan terkait peningkatan kesejahteraan, termasuk pemberian tunjangan bagi tenaga pengajar yang telah mengabdi puluhan tahun.
Pada kesempatan tersebut, Filep meminta setiap sekolah menyiapkan data pokok pendidikan (Dapodik) guna mendukung percepatan penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).
“Guru di daerah pedalaman perlu diperhatikan kesejahteraannya, baik rumah tinggal maupun kendaraan operasional,” katanya. (dra)




















