Pelindo Regional 4 Manokwari Susun Contingency Plan Bencana Alam Bersama BPBD Papua Barat

0
Pelindo Regional 4 Manokwari - BPBD Papua Barat susun Contingency Plan Bencana Alam secara bersama.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Manokwari memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana alam melalui penyusunan Contingency Plan di lingkungan Pelabuhan Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026) tersebut merupakan bagian dari implementasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana BUMN Peduli, sebagai tindak lanjut arahan manajemen Regional 4.
Penyusunan rencana kontinjensi diawali dengan identifikasi risiko menggunakan metode Business Impact Analysis (BIA), dilanjutkan dengan pelaksanaan risk assessment, hingga penetapan Business Continuity Plan (BCP) sebagai dokumen tertulis yang memuat langkah-langkah terencana dan terkoordinasi dalam penanganan risiko bencana.
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi eksternal, Tim Manajemen Risiko Pelindo Regional 4 juga melakukan pertemuan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Papua Barat pada Kamis (30/4/2026).

Pertemuan tersebut membahas histori bencana alam yang pernah terjadi di wilayah Papua Barat serta pengembangan rencana kontinjensi untuk potensi bencana seperti tsunami, gempa bumi, hingga kebakaran hutan yang saat ini telah disusun pada tingkat provinsi dan kabupaten.
General Manager Pelindo Regional 4 Manokwari, Nasib Sihombing, mengatakan bahwa penyusunan rencana kontinjensi merupakan langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan operasional pelabuhan di tengah potensi risiko bencana alam.
“Pelindo berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana melalui penyusunan contingency plan yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan. Kolaborasi dengan BPBD menjadi langkah penting agar seluruh pihak dapat bergerak dalam satu komando saat kondisi darurat,” ujar Nasib.
Menurutnya, melalui penyusunan BCP dan pelaksanaan drill atau exercise secara berkala, diharapkan sinergi antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat sebagai tiga pilar utama dapat terbangun secara efektif dalam menghadapi kondisi tanggap darurat bencana.
Pelindo Regional 4 menilai bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi bagian dari pengelolaan risiko perusahaan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan operasional pelabuhan dan masyarakat di wilayah Papua Barat.(rls/red)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses