Legislator Mansel Desak Penanganan Krisis Air Bersih di Tahota, Guru dan Nakes Tak Betah Bertugas

0

MANSEL,KLIKPAPUA.com- Anggota DPRK Manokwari Selatan (Mansel) Komisi C Bidang Pembangunan dari Fraksi PDI Perjuangan, Harti Trirbo, mendesak pemerintah daerah segera menangani krisis air bersih di Distrik Tahota.

Hal ini dikatakan Harti menyusul keluhan masyarakat di tiga kampung yakni Yarmatum, Kaprus, dan Reyob yang hingga kini masih kesulitan mengakses air bersih.

Menurut Harti, persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) maupun pandangan fraksi di DPRK, namun belum mendapat tindak lanjut konkret.

“Masalah ini sudah sering kami sampaikan dalam RDP dan pandangan fraksi, tetapi sampai sekarang belum ada solusi,” ujarnya.

Ia menegaskan, krisis air bersih tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga memengaruhi kinerja tenaga kesehatan, guru, serta aparatur sipil negara yang bertugas di wilayah tersebut.

Berdasarkan aspirasi yang diterima, keterbatasan air bersih menjadi salah satu alasan tenaga guru dan pegawai tidak menetap di lokasi tugas.

“Guru-guru menyampaikan kekurangan air membuat mereka tidak betah tinggal di tempat tugas. Ini tentu berdampak pada pelayanan pendidikan dan pemerintahan,” katanya.

Harti berharap pemerintah daerah segera mengambil kebijakan untuk mendorong program penyediaan air minum di wilayah terdampak, termasuk di fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor distrik.

“Kalau fasilitas air bersih sudah tersedia, maka tidak ada lagi alasan bagi pegawai untuk tidak menetap di tempat tugas,” tegasnya.

Selain persoalan air bersih, ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat Kampung Saimeba RK I terkait akses jalan dan jaringan komunikasi yang belum tersedia.

Meski demikian, Harti meminta masyarakat bersabar mengingat kondisi keuangan daerah saat ini masih terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Saya minta masyarakat tetap bersabar. Pemerintah akan melihat kebutuhan ini jika anggaran sudah tersedia,” ucapnya.

Ia juga mendorong adanya perhatian dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, mengingat keterbatasan anggaran daerah. (lau)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses