
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Manokwari memberikan klarifikasi terkait aksi protes sejumlah pedagang sayur yang tidak memperoleh los di Pasar Sentral Sanggeng.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Manokwari, Yahya Maabuat, menegaskan proses pembagian los dan kios dilakukan secara transparan dan mengacu pada basis data pedagang yang telah diverifikasi sejak awal pembangunan pasar.
Menanggapi keributan yang terjadi pada Kamis (8/1/2026), Yahya menyatakan pihaknya tidak melakukan pembiaran. Namun, situasi di lapangan sempat memanas hingga terjadi ancaman terhadap keselamatan petugas.
“Pada saat pemindahan pos retribusi kemarin pagi, tiba-tiba ada oknum yang mengancam saya menggunakan senjata tajam. Demi alasan keamanan, saya terpaksa mengamankan diri terlebih dahulu,” kata Yahya saat menemui pedagang di Pasar Sentral Sanggeng, Jumat (9/1/2026).
Yahya menjelaskan, alokasi los sayur ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Pemerintah daerah memprioritaskan pedagang lama yang sejak awal terdampak proses revitalisasi Pasar Sentral Sanggeng.
“Instruksi pimpinan, baik Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekda, sangat jelas, yakni mengutamakan pedagang lama yang tercantum dalam dokumen resmi saat pengusulan pembangunan ke kementerian. Tidak ada permainan data,” tegasnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Manokwari tetap membuka peluang bagi pedagang lain. Menurut Yahya, aspirasi dan keluhan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Pada tahap pertama ini, los diperuntukkan bagi pedagang yang tercatat dalam database. Namun, apabila masih terdapat sisa atau kelebihan los, tidak menutup kemungkinan pedagang lain akan diakomodasi sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.
Yahya berharap para pedagang dapat memahami mekanisme yang diterapkan pemerintah demi menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas pasar, mengingat tujuan utama pembangunan Pasar Sentral Sanggeng adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh pedagang di Kabupaten Manokwari. (mel)




















