Koordinator Seksi Akomodasi Panitia Pesparawi Nasional Ferdy Lalenoh (empat dari kanan) beserta anggota melakukan survei fasilitas akomodasi dan penginapan di Manokwari, Rabu (14/1/2026). ANTARA/Ali Nur Ichsan
MANOKWARI – Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV melakukan pendataan terhadap fasilitas akomodasi dan penginapan para peserta kegiatan tersebut yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Koordinator Seksi Akomodasi Panitia Pesparawi Nasional 2026 Ferdy Lalenoh di Manokwari, Rabu, mengatakan daerah setempat siap menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional XIV pada 18-28 Juni 2026.
“Kami panitia gabungan Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari yang terus melakukan persiapan dan saat ini kami sudah siap 80 persen,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, katanya, 8.110 peserta Pesparawi Nasional XIV akan hadir di Manokwari. Jumlah tersebut diperkirakan masih terus bertambah.
Salah satu pendataan penting, yakni data tempat tinggal atau penginapan bagi ribuan peserta kegiatan tersebut.
Berdasarkan data sementara, jumlah kamar hotel dan penginapan di Manokwari tidak mencukupi untuk menampung ribuan peserta.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, panitia telah menyiapkan beberapa alternatif akomodasi, salah satunya memanfaatkan asrama-asrama di Manokwari.
“Kita sudah data dan survei, kita akan melibatkan setidaknya lima asrama untuk menampung peserta Pesparawi. Dengan melibatkan asrama kita dapat mengakomodir penginapan sesuai jumlah peserta,” katanya.
Ia mengatakan kehadiran lebih dari 8.000 peserta Pesparawi berasal dari seluruh Indonesia dengan lama waktu lomba 10 hari, membutuhkan kerja ekstra keras panitia dalam melakukan persiapan.
Panitia juga sedang memastikan kesiapan transportasi, baik udara maupun laut, yang menuju Manokwari.
Diperkirakan, sebagian besar peserta berasal dari Indonesia timur menggunakan kapal laut, sedangkan dari Indonesia barat menggunakan transportasi udara.
“Panitia terus melakukan koordinasi dengan Kemenhub, PT Pelni, maupun pihak maskapai dan bandara. Khusus transportasi udara, jika memang memungkinkan kita meminta extra flight (penerbangan tambahan) agar peserta dapat tiba tepat waktu,” ujarnya.(ANTARA)