MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Universitas Papua (UNIPA) tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah Guru Besar terbanyak di Tanah Papua. Hingga Januari 2026, UNIPA memiliki 26 Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV se-Tanah Papua, Dr. Suriel Samuel Mofu, dalam acara Pengukuhan Guru Besar bidang Linguistik Antropologi dan Linguistik Forensik Unipa, Prof. Dr. Hugo Warami, di Aula UNIPA, Rabu (14/1/2026).
Suriel Mofu menyebutkan, Prof. Hugo Warami merupakan Guru Besar ke-77 di Tanah Papua dan Guru Besar ke-26 di UNIPA. Menurutnya, capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sumber daya manusia akademik di wilayah timur Indonesia.
“Dari enam perguruan tinggi negeri di Tanah Papua, hingga saat ini telah lahir 77 guru besar. UNIPA memiliki 26 guru besar, disusul Universitas Cenderawasih empat guru besar, Universitas Musamus satu, Universitas Papua Dataran satu, Universitas Bina Insani satu, serta dua perguruan tinggi keagamaan negeri,” jelas Suriel Mofu.
Ia juga memaparkan bahwa secara nasional Indonesia memiliki lebih dari 4.600 perguruan tinggi.
Sementara di Tanah Papua terdapat 128 perguruan tinggi yang mengelola 733 program studi, terdiri atas lima perguruan tinggi negeri, 76 perguruan tinggi swasta, serta 47 perguruan tinggi di bawah kementerian dan lembaga lain.
Dalam tujuh tahun terakhir hingga 2025, lanjut Suriel, perguruan tinggi di Tanah Papua telah meluluskan 92.935 sarjana dari berbagai bidang ilmu.
Rinciannya, bidang pendidikan sebanyak 19.315 orang, kesehatan 7.901 orang, teknik dan komputer 12.730 orang, sains dan pertanian 10.225 orang, serta ilmu sosial dan humaniora 40.175 orang.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa Papua sedang mengalami ledakan jumlah sarjana. Tantangan kita bersama adalah memastikan kehadiran perguruan tinggi dan lulusan sarjana memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Suriel Mofu menambahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengusung moto “Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Berdampak”, yang sejalan dengan moto Universitas Papua, “Ilmu untuk Kemanusiaan”.
Menurutnya, pengukuhan Guru Besar UNIPA, khususnya di bidang linguistik, memiliki nilai strategis dalam menjaga bahasa dan identitas budaya Papua.
“Ilmu pengetahuan harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi solusi atas persoalan kemanusiaan di Tanah Papua,” pungkasnya. (dra)





















