KLIKPAPUA.COM, JAYAPURA– Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) di Papua mengalami perubahan angka indeks berbeda, dimana Kota Jayapura mengalami inflasi sebesar 1,13 persen dan Merauke mengalami deflasi 0,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 142,49 dan 139,44.

Kepala BPS Papua, Drs. Simon Sapary,M.Sc dalam press realesenya menyebutkan Kota Jayapura menempati urutan ke-16 di tingkat nasional dan ke-9 di tingkat Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), sedangkan Merauke menempati urutan ke-82 di tingkat nasional dan ke-18 di tingkat Sulampua.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Papua di Kota Jayapura pada Mei 2019 terjadi inflasi sebesar 1,13 persen atau terjadi kenaikan angka IHK dari 140,90 pada April 2019 menjadi 142,49 pada Mei 2019. Sedangkan di Merauke pada Mei 2019 mengalami deflasi sebesar 0,49 persen atau terjadi penurunan angka IHKdari 140,12 pada April 2019 menjadi 139,44 pada Mei 2019,”sebut Sapary.

Kepala BPS menjelaskan secara umum, dari 82 kota IHK tercatat 81 kota mengalami inflasi dan 1 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi di Kota Jayapura terjadi akibat kenaikan harga barang dan jasa pada kelompok bahan makanan sebesar 2,25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,10 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,08 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,12 persen.

“Adapun kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok sandang sebesar -0,03 persen dan kelompok kesehatan sebesar -0,10 persen.”

Lebih lanjut dijelaskan di Merauke penurunan harga barang dan jasa disebabkan oleh penurunan angka indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,41 persen; kelompok sandang sebesar -0,03 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,68 persen.

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,36 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen

Dia mengemukakan faktor pendorong terjadinya inflasi di Kota Jayapura bulan Mei 2019 adalah kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain: tarif angkutan udara, bawang putih, bawang merah, ikan kembung, kangkung, ikan cakalang, cabai rawit, sawi hijau, ikan salam, tomat sayur, dan lain -lain.

Adapun komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain: tarif pulsa ponsel, ikan ekor kuning, daging sapi, daging ayam ras, ikan deho, gula pasir, ikan bubara, ikan tengiri, ikan mujair, wortel, dan lain-lain.

Sementara itu faktor pendorong terjadinya deflasi di Merauke bulan Mei 2019 adalah penurunan harga pada beberapa komoditas antara lain: bayam, kacang panjang, cabai rawit, ikan kembung, beras, tarif pulsa ponsel, cabai merah, udang basah, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, dan lain-lain. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan yaitu pada komoditi: ikan mujair, bawang putih, kubis, bawang merah, kangkung, tarif angkutan udara, tomat buah, daging ayam kampung, kubis, terong panjang, dan lain-lain.

 

Editor: Carol Riquen

 

SPACE
SPACE
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.