2.896 Pelamar CPNS Lulus, Ini Syarat Ikut Tes CAT

0
536
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Drs. Nicolaus Wenda,MM

KLIKPAPUA.COM, JAYAPURA– Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Drs. Nicolaus Wenda,MM mengungkapkan sebanyak 2896 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tingkat Provinsi Papua dinyatakan lulus administrasi dan selanjutnya akan mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) yang akan digelar pada tanggal 19 sampai dengan 25 Juni 2019 di aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Kotaraja Jayapura Para peserta diwajibkan membawa kartu peserta tes, KTP Elektronik dan alat tulis.

“Jumlah 2.899 pelamar, 2896 lulus seleksi administrasi. Selanjutnya mereka ikuti tes CAT dan tinggal menunggu pengumuman dan tinggal menunggu siapakah yang terpilih pada formasi,” sebut Wenda kepada pers di Jayapura.

Wenda meminta pelamar yang lulus administrasi dan akan mengikuti tes CAT agar segera mengecek nomor ujian melalui akun resmi Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) yakni https://sscn.bkn.go.id/. “Kita harap para pelamar untuk belajar dan jaga kesehatan mengingat tes berlangsung selama seminggu di aula SMK 3 Kotaraja, Kota Jayapura,” harapnya.

Dia mengatakan bahwa Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menetapkan formasi CPNS untuk Provinsi Papua sebanyak 606 kuota. Dengan demikian, para pelamar yang sudah lulus diharapkan dapat menggunakan kesempatan ini dengan baik.

Mengenai tak lulusnya calon pelamar pada seleksi administrasi, Wenda mengatakan penyebabnya adalah berkas-berkas persyaratan tidak lengkap. “Makanya kepada para pelamar yang belum lulus agar menjadikan hal ini sebagai pelajaran untuk selanjutnya bisa lebih teliti pada penerimaan berikutnya.”

Pada kesempatan tersebut, Kepala BKD kembali mengingatkan para pelamar CPNS untuk tidak mempercayai oknum ataupun calo yang menawarkan jatah sebagai CPNS.

Editor: Carol Riquen

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.