KLIKPAPUA.COM,JAYAPURA– Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Hocky Indonesia (FHI) Papua meminta dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua untuk memfasilitasi tim Hocky menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC)  terpusat sekaligus Try Out (uji coba) ke Malaysia dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Federasi Hocky Indonesia (FHI) Papua, Yotam Wakum saat menghadiri  Forum Diskusi Pelaksanaan TC Terpusat PON XX yang berlangsung di Ballroom Swiss Belhotel Jayapura.
Menurut Wakum,  FHI Papua memilih Malaysia menjadi home base TC PON Hocky dikarenakan negara tersebut  memiliki fasilitas pelatihan dan pertandingan Hocky berstandart internasional  dan juga tim Hocky Malaysia termasuk yang terbaik di asia maupun dunia.
“Kita memilih Malaysia karena lawan tanding yang sepadan bagi tim Papua. Malaysia juga memiliki fasilitas pelatihan dan pertandingan Hocky standart terbaik. Selama ini kita sudah melakukan uji coba dan di Asia yang bagus adalah tim Malaysia,”ujar Wakum.
Dia juga menginformasikan hingga saat ini, FHI Papua telah memiliki kerangka tim PON dan siap untuk menjalani TC Terpusat. Semenjak kembali dari PON XIX di Jawa Barat, tim Hocky Papua langsung menjalani TC Berjalan. “Saat ini tim Hocky Papua paling siap menjalani TC terpusat karena sejak pulang dari PON XIX Jawa Barat, kita langsung TC nerjalan,” ungkap Wakum.
Menginteraksi permintaan FHI itu, Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan saat ini KONI masih menunggu data-data atlet inti PON Papua dari masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) untuk diverifikasi sesuai dengan kuota yang ditetapkan KONI sesuai denga kuota PON.
Setelah data atlet selesai di verifikasi, barulah dipertimbangkan Cabor-Cabor untuk TC atau Try Out ke luar Papua maupun keluar negeri. “Kami minta agar data atlet segera dimasukkan sehingga bisa diverifikasi dan kemudian dilanjutkan ke Puslatprov memfasilitasi TC dan Try Out,”katanya.
Kenius juga mengingatkan bahwa KONI tidak memberikan ijin bagi Cabor-cabor untuk mengikuti Pra PON. Pasalnya, sesuai aturan PON, Papua sebagai tuan rumah berhak mengajukan atlet tanpa harus mengikut Pra PON.  Pra PON  adalah ajang kualifikasi bagi atlet-atlet dari seluruh Indonesia untuk lolos dan tidaknya ke PON.
Selain itu, dari sisi anggaran juga sebaiknya digunakan untuk kesiapan dan pematangan atlet sehingga mereka dapat mengikut iven berkelas guna mengukur kemampuan para atlet Papua. Hal lainnya agar prestasi dan kesiapan atlet Papua tidak bocor ke lawan-lawan tanding sebelum PON.
Hal senada juga disampaikan Koordinator Cabor  Permainan Bidang Pembinaan Prestasi  (Binpres) KONI Papua, Nico Dimo. Menurut Nico, sesuai petunjuk Ketua Umum KONI melalui Sekum KONI diinstruksikan kepada semua Cabor untuk segera memasukan data atlet supaya diverifikasi Binpres KONI bersama  Koordinator Cabor Permainan,  Koordinator Cabor Bela Diri, Koordinator Cabor Terukur dan Koordinator Akurasi.
Editor: HANS BISAY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.