OJK Papua Barat Gencarkan Kampanye Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal di Teluk Wondama

0
WASIOR,KLIKPAPUA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terus memperluas jangkauan edukasi keuangan ke seluruh penjuru wilayah, kali ini menyasar Kabupaten Teluk Wondama. Rangkaian kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang digelar sepanjang 18–20 Mei 2026 ditutup dengan kegiatan edukasi khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai upaya strategis meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mewaspadai maraknya aktivitas keuangan ilegal yang merugikan.
Kegiatan penutup yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026) ini dihadiri oleh para pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama. Dalam pemaparannya, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK, Ferdian Ario, mewakili Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menekankan pentingnya ketelitian masyarakat sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan.
Menurut Ferdian, memahami status legalitas lembaga jasa keuangan serta mengetahui manfaat dan risiko dari setiap produk investasi maupun pembiayaan adalah kunci utama perlindungan diri dari penipuan. Apalagi di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital saat ini, tantangan semakin besar seiring munculnya berbagai tawaran keuangan yang belum tentu memiliki izin resmi.
“Penting bagi masyarakat untuk memahami legalitas Lembaga Jasa Keuangan serta mengetahui manfaat dan risiko dari setiap produk investasi maupun pembiayaan yang akan digunakan. Kami juga mengajak seluruh peserta untuk selalu siap menghadapi era ekonomi digital yang berkembang sangat pesat,” tegas Ferdian.
Ia kembali mengingatkan ciri-ciri aktivitas keuangan ilegal, seperti tawaran keuntungan besar tidak masuk akal, pencatutan nama instansi resmi, serta tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK. Aktivitas ini mencakup investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga judi online yang belakangan ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Teluk Wondama, Nixon Baransano, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif OJK yang turun langsung memberikan edukasi kepada para ASN. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Kegiatan ini sangat relevan dalam meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan ASN terhadap praktik investasi ilegal dan judi online yang semakin marak. Melalui edukasi ini, kami berharap ASN tidak hanya memahami untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan yang menyebarkan pemahaman benar ini di lingkungan kerja maupun masyarakat luas,” ujar Nixon.
Sebelum menggelar edukasi bagi ASN, OJK telah melaksanakan serangkaian kegiatan edukasi keuangan yang menyasar berbagai elemen masyarakat di Teluk Wondama. Dimulai pada Senin (18/5) dengan penyuluhan kepada anggota Kepolisian Resor Teluk Wondama, kemudian dilanjutkan Selasa (19/5) melalui program OJK Goes to School di SMA Negeri 5 Wondama dan SMP Negeri 1 Wasior. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini telah menjangkau 372 peserta dari berbagai kalangan.
Tidak hanya berfokus pada edukasi dan perlindungan, upaya peningkatan inklusi keuangan juga diwujudkan secara nyata. Kegiatan OJK Goes to School di dua sekolah tersebut dirangkaikan dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) serta Tabungan Emas bagi siswa dan tenaga pendidik, guna menanamkan budaya menabung dan berinvestasi sejak dini.
OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dan memperkuat program literasi serta inklusi keuangan ke berbagai daerah, termasuk daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (daerah 3T). Langkah ini dilakukan guna mendukung terwujudnya masyarakat Papua Barat yang lebih sejahtera, berdaya, serta terlindungi sepenuhnya dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang resmi dan terpercaya.(rls/red)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses