TMMD ke-128 Ditutup, TNI Bangun Jalan hingga Rumah Layak Huni di Tanah Rubuh

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup melalui upacara penutupan di Pantai Amosro, Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kamis (21/5/2026).

Penutupan TMMD ke-128 dilakukan serentak di 47 kabupaten/kota di Indonesia setelah program berlangsung sejak 22 April 2026 sebagai bentuk sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan dan terpencil.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan TMMD, termasuk melalui dukungan anggaran APBD.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Keberhasilan TMMD merupakan hasil dari sinergi dan kerja sama tanpa batas dalam upaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, selama satu bulan pelaksanaan, TMMD berhasil menyelesaikan berbagai sasaran fisik dan nonfisik sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Program fisik yang dilaksanakan meliputi pembangunan dan rehabilitasi jembatan, penyediaan air bersih melalui program Manunggal Air, pembangunan sanitasi, rehabilitasi rumah warga, hingga program ketahanan pangan dan penanganan stunting.

Selain itu, TNI AD juga melaksanakan kegiatan penghijauan, pembersihan fasilitas umum, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1801/Manokwari selaku Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf. Davit Sutrisno Sirait, mengatakan pelaksanaan TMMD di Kampung Tanah Rubuh berhasil menyelesaikan sejumlah program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selain membangun empat unit rumah layak huni tipe 42, Satgas TMMD juga menyelesaikan pembangunan jalan cor semen sepanjang 700 meter menuju Pantai Amosro. Pembangunan jalan tersebut melampaui target awal sepanjang 600 meter.

“Kami berupaya agar hasil pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Davit.

Menurutnya, pembangunan jalan menuju pantai dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat yang lebih membutuhkan akses menuju kawasan pesisir untuk mendukung aktivitas melaut.

“Awalnya jalan ini direncanakan melingkar di kampung, tetapi setelah berdiskusi dengan masyarakat, mereka lebih membutuhkan akses ke pantai untuk aktivitas melaut. Karena itu kami kerjakan hingga ke bibir pantai meskipun volumenya lebih besar,” katanya.

Selain pembangunan jalan dan rumah layak huni, Satgas TMMD juga melaksanakan rehabilitasi sekolah dasar, rehabilitasi gedung gereja, pembangunan dan rehabilitasi MCK, penyediaan sarana air bersih, serta pembukaan lahan kakao seluas dua hektare dengan penanaman sekitar 2.000 bibit kakao.

Davit menegaskan, seluruh fasilitas hasil pembangunan TMMD akan terus dipantau dan dirawat oleh Koramil dan Babinsa setempat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Seluruh program ini bertujuan mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatandi wilayah pedesaan,” tegasnya. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses