BINTUNI,KLIKPAPUA.com – Wakil Bupati Teluk Bintuni sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Joko Lingara, turun langsung meninjau kesiapan sejumlah lokasi penginapan dan fasilitas pendukung Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tingkat Provinsi Papua Barat, Rabu (24/6/2026).
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan guna menjamin kenyamanan ratusan peserta yang akan hadir dari tujuh kabupaten se-Papua Barat.
Peninjauan dimulai dari SD dan SMP Negeri Terpadu untuk kontingen Kaimana dan Manokwari Selatan, dilanjutkan ke SMA Sanawasyen bagi peserta Manokwari, SD YPK Santo Yohanes untuk Teluk Wondama, serta SMP Santa Monica yang disiapkan bagi kontingen Fakfak.
Di lokasi terakhir, Wabup langsung memerintahkan Dinas PUPR memasang penampungan air guna menjamin pasokan air bersih yang cukup. Terakhir dikunjungi SMA Arnoldus Jansen Km 4 yang akan menampung lebih dari 200 orang kontingen tuan rumah — peserta terbanyak tahun ini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, persiapan tempat tinggal dan sarana penunjang di enam lokasi tersebut sudah mencapai 95 persen. “Fokus utama kami adalah ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi. Semuanya berjalan baik dan hanya butuh penyempurnaan kecil,” ungkap Joko Lingara.
Sebanyak 847 orang — terdiri dari peserta, pelatih, dan petugas pendamping — dipastikan akan berpartisipasi. Sebagai tuan rumah, Teluk Bintuni ikut serta dalam seluruh 13 kategori perlombaan. Dalam rapat koordinasi selanjutnya, 12 instansi pemerintah daerah juga telah bersedia mendukung ketersediaan sarana transportasi bagi seluruh peserta.
Joko Lingara mengajak seluruh warga daerah ini ikut menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan sambutan hangat bagi para tamu. “Menjadi tuan rumah adalah kehormatan besar. Mari tunjukkan bahwa Teluk Bintuni aman, damai, dan ramah. Kami juga telah menyiapkan penyambutan istimewa dengan menampilkan kekayaan budaya dari tujuh suku asli di daerah ini,” tambahnya.
Acara pembukaan resmi dijadwalkan digelar pada 7 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Teluk Bintuni, sedangkan perlombaan akan berpusat di lokasi tersebut, lingkungan Gereja Katolik, serta Aula Paroki setempat.(red)





















