
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di sela pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026).
Munas yang berlangsung di Hotel Aston Niu Manokwari ini menjadi forum bagi para pemangku kepentingan Pesparawi dari seluruh Indonesia untuk membahas arah kebijakan serta pengembangan penyelenggaraan Pesparawi secara nasional, termasuk menentukan tuan rumah Pesparawi Nasional XV mendatang.
Ketua LPPN yang juga Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Jeane Marie Tulung, dalam sambutannya menegaskan pentingnya Munas sebagai forum untuk mengevaluasi program kerja LPPN, memperkuat konsolidasi organisasi, dan merumuskan langkah-langkah inovatif dalam pembinaan umat Kristen di Indonesia.
“Kami berharap Munas ini dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar menyentuh kebutuhan nyata umat,” ujarnya.
Pada pembukaan sidang, Munas untuk sementara dipimpin oleh Jeane Marie Tulung, didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Kristen Johni Tilaar, serta Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Luksen Jems Mayor.
Munas ini dihadiri oleh unsur Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, pengurus LPPN, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) provinsi se-Indonesia, Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat Kristen Kementerian Agama dari berbagai daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta panitia pelaksana Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
Ketua III LPPN, Untung P. Siahaan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Munas merupakan amanat Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional.
Menurutnya, melalui forum ini peserta Munas akan menyusun dan menetapkan Garis-Garis Besar Program LPPN sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan organisasi ke depan.
Selain itu, forum juga akan membahas, mengevaluasi, serta mengambil keputusan terhadap berbagai isu strategis dalam pengembangan Pesparawi di Indonesia.
Ia menambahkan, agenda penting lainnya dalam Munas adalah penetapan waktu dan lokasi penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional LPPN, serta penentuan tuan rumah dan waktu pelaksanaan Pesparawi Nasional berikutnya.
“Kami berharap seluruh delegasi yang hadir dapat berpartisipasi aktif dalam pembahasan dan pengambilan keputusan strategis demi memperkuat pembinaan kehidupan bergereja melalui seni musik dan paduan suara gerejawi di Indonesia,” ujar Untung. (dra)




















