Perusda Maju Mandiri dan PU Teluk Bintuni Resmi Tandatangan MoU Penanganan Sampah

0
675

BINTUNI,KLIKPAPUA.COM— Perusahaan Daerah Maju Mandiri dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Teluk Bintuni resmi menandatangani MoU penanganan sampah atau kebersihan kota, di ruang Direktur Perusda, Rabu (7/8/2019).

Direktur Perusda Maju Mandiri Teluk Bintuni, Max Samaduda menjelaskan, sesuai pemaparan terkait bisnis plan dihadapan Bupati dan Wakil Bupati tanggal 31 Juli bahwa, Perusda memiliki empat program prioritas jangka pendek.

Pertama adalah suplai Bahan Bakar Minyak(BBM), kedua, pengelolaan sampah, tiga, jasa tenaga kerja dan penjualan gas ke China. Tenaga kerja sudah raning, sedangkan pengelolaan sampah sudah dilakukan penandatanganan MoU hari ini.

Dengan penandatangan MoU, maka besok langsung dilakukan pertemuan dengan seluruh tenaga kerja yang tercover dari tenaga kebersihan Dinas Pekerjaan Umum.

‘Di dalam sosialisasi nanti, akan diberikan kontrak kerja untuk dipelajari di rumah, seandainya mereka setujuh dengan poin poin yang ada didalam kontrak maka mereka siap bekerja dengan durasi kontrak selama satu tahun,”ujar Max.

“Kita berharap, besok Kepala Dinas dan Kabid ikut menyaksikan penyerahan tenaga kerja sebanyak 61 orang dari PU ke Perusda. Karena setelah itu Perusda dan PU akan mengevaluasi peralatan yang ada, namun kami juga berharap saat tekofer tidak memutus pekerjaan yang ada, tetapi sebaliknya selesai tecover langsung bekerja,” tambahnya.

Dari segi metode, menurut Max, semua pekerja akan diberi dipengamanan, hak- hak pekerja juga dipenuhi seperti BPJS kesehatan, tenaga kerja dan standar gaji yang lebih baik dari sebelumnya.

“Kira-kira dinaikan sebesar 15 persen. Namun dengan syarat harus bekerja disiplin, dan semuanya itu tertera di dalam kontrak.”

Perusda akan merekrut lima — enam orang untuk mengontrol peralatan dan tenaga kerja dilapangan. Dua orang tugasnya mengontrol peralatan,sedangkan empat orang mengontrol semua titik titik sampah apakah pekerjaan sudah beres atau belum dan kehadiran mereka di lapangan dari masuk sampai pulang.

“Nah, truk sampah juga harus dikelola secara professional. Karena saat masih di Dinas PU, biasanya mobil truk dipergunakan untuk kepentingan pribadi, sehingga kami akan mengontrol semua fasilitas yang ada.”

Sementara untuk titik titik pengambilan sampah, yakni di pasar, kampung lama, Tahiti, Pelabuhan, dan Masuhi. “Saat ini kami hanya focus pada titik titik tersebut karena masih keterbatasan dana,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan Max, setelah penandatanganan hari ini, tugas Dinas Pekerjaan Umum hanya sebagai monitoring, karena Perusda akan membuat laporan mingguan dan bulanan bahwa perkembangan dari pekerjaan ini seperti ini sesuai dengan aturan dan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak.

“Kedepan kita akan pakai sistem jemput bola, dimana akan disediakan kendaraan roda tiga yang akan mengangkat langsung sampah di pemukiman pemukiman warga. Namun untuk saat ini kami manfaatkan fasilitas atau peralatan yang ada,”kata Max.

Sampah merupakan tangungjawab semua masyarakat Kota Bintuni, Perusda hanya sebagai pengelola manajemen/fasilitas. “Sebenarnya kalau kita memahami filosofi kota ini supaya bersih, maka menjadi tangungjawab kita semua. Harapan kita adalah kota ini kedepan menjadi bersih dan sehat,”harap Max. (rls/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.