Kemiskinan di Teluk Bintuni Turun 0,73 Persen

0
953
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Teluk Bintuni, Johanis Lekatompessy
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Tahun 2019, kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni berada di angka 30,57 persen. Jika dibandingkan pada tahun 2018, yang berada di angka 31,30 persen, maka penduduk miskin di daerah tersebut menurun 0,73 persen.
Data ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Teluk Bintuni, Johanis Lekatompessy, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/1/2020).
Menurut Kepala BPS  pengambilan data tersebut dilaksanakan pada Maret 2019, dengan sistem sampel sebanyak 500 rumah tangga diambil secara acak. Pada Maret tahun lalu garis kemiskinan Teluk Bintuni   sebesar Rp. 644. 838.
“Kemiskinan itu kita lihat dari pengeluaran, penduduk itu pengeluarannya baik itu makanan maupun non makanan, jadi apabila pengeluaran penduduk dibawah garis kemiskinan maka penduduk itu digolongkan miskin,” katanya.
Dikatakannya ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunya kemiskinan di Teluk Bintuni. Salah satunya, program – program pengentasan kemiskinan dari pemerintah daerah dan pusat yang semakin baik. Serta terciptanya sejumlah lapangan kerja di perusahaan – perusahaan yang beroperasi di Teluk Bintuni.
Selain itu, kata dia program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka menciptakan tenaga kerja yang dilaksanakan oleh pemda turut serta mendorong menurunkan penduduk miskin.
“Yang sangat membantu juga kan kita ada kumpul fenomena – fenomena yang terjadi, kita lihat, kalau kita ikuti perkembangan kota di SP 5 ada P2TIM, kan itu menciptakan tenaga kerja untuk kerja,” katanya.
Menurut dia dengan semakin rendahnya angka pengangguran maka angka kemiskinan juga ikut menurun.
“Angka pengangguran per Maret 2019 diperkirakan mengalami penurunan, tapi belum keluar, untuk data tahun 2017 angka pengangguran berada di 7,62 persen di tahun 2018 menjadi 5,93 persen,” katanya. (at/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.