Kapal Pengangkut BBM Perusda Hadir untuk Berbisnis dan Berikan Pelayanan Kepada Masyarakat

0
426
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kashiwi melakukan grand launching Kapal pengangkut BBM milik Perusda Bintuni Maju Mandiri (BMM), di Pelabuhan Bintuni, Kota Bintuni, Selasa (18/8/2020).
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB) Sisar Matiti 01 milik Perusahaan Daerah (Perusda) Bintuni Maju Mandiri (BMM), Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah tiba di Bintuni dan siap beroperasi.
Kapal pengangkut BBM berkapasitas 300 ribu liter akan ditugaskan untuk berbisnis guna meningkatkan pendapatan daerah. Serta menstabilkan harga BBM dari wilayah kota hingga pelosok. Menandai beroperasinya kapal pengangkut BBM tersebut, secara simbolis dilaksanakan grand launching oleh Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, di Pelabuhan Bintuni, Kota Bintuni, Selasa (18/8/2020).
Direktur Utama Perusda BMM, Max Samaduda mengatakan tujuan investasi di dunia Perminyakan dengan menghadirkan kapal pengangkut BBM ini yakni untuk mematikan ketersedian stok di seluruh wilayah, memberikan pelayanan satu harga kepada masyarakat, turut serta bisnis di wialyah Teluk Bintuni, dan terutama yaitu memberikan pendapatan bagi daerah.”Kapal di Buat di Samarinda dengan total nilai kontrak Rp. 7,7 miliar dan alat safety beserta pendukung operasional sebesar Rp. 500 juta,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Max, kapal berukuran panjang 29,42 meter, lebar 6,30 meter, dan dalam 3 meter ini diklaim mampu mengangkut BBM jenis solar dan bensin sebanyak 300 kilo liter atau 300 ribu liter. Saat ini kapal tersebut telah membawa BBM jenis solar sebanyak 240 kilo liter / 240 ribu liter untuk dijual ke wilayah distrik – distrik.
Sementara Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengungkapkan ini merupakan inovasi yang luar biasa dari Perusahaan Daerah BMM sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam berinvestasi.”Sebelumnya kita dengar cerita – cerita yang biasa, tapi kali ini ada cerita – cerita yang luar biasa, mari kita bersyukur itu, karena saya sering katakanlah menantang pak Max Samaduda untuk melakukan core business (bisnis utama) yang sekiranya tidak berfirik pendapatan murni, tetapi yang juga bersifat sosial,” katanya.
Bupati mengatakan bisnis BBM ini merupakan langkah kecil yang baik dalam rangka mencari keuntungan daerah dan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Karena itu beberapa waktu pada saat Perusda mau lihat bisnis plan yang ada, saya katakan mulailah dengan sesuatu yang bisa menyentuh masyarakat banyak,” ujarnya. Bupati mengatakan ini kebijakan  luas biasa yang dilakukan oleh Perusda. Karena akan berdampak positif bermanfaat bagi masyarakat luas. (at)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.