Dinkes Bintuni Ragukan Data Sasaran Vaksin

0
60
Data Sasaran Vaksin

BINTUNI,KLIKPAPUA.com— Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni meragukan data sasaran vaksin yang dirilis untuk Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

Diduga, jumlah masyarakat yang menjadi sasaran vaksin lebih besar dibanding fakta yang ada di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Franky D. Mobilala menjelaskan, data sasaran vaksin di Kabupaten Teluk Bintuni yang ditetapkan Pusdatin Kemenkes RI sejak Maret 2021, sebanyak 62.074 orang.

“Jumlah ini dihitung berdasarkan usia penduduk yang saat itu boleh di vaksin, mulai 17 tahun ke atas. Ditetapkan sebelum penduduk usia 12 tahun sampai 16 tahun diperbolehkan vaksin,” kata Franky Mobilala, Kamis (16/12/2021).

Jika mengacu pada usia penduduk 17 tahun ke atas, seharusnya data sasaran vaksin ini tidak jauh berbeda dengan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Teluk Bintuni pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni pada Desember 2020 lalu.

Dari data yang diperoleh media ini, saat itu DPT yang ditetapkan KPUD dalam pemilihan kepala daerah, sekitar 47 orang. Selain mengacu kepada usia 17 tahun ke atas sebagai pemilik hak pilih, data ini juga termasuk penduduk usia kurang dari 17 tahun, tapi sudah berkeluarga atau menikah.

Jika sasaran vaksin mengacu pada data DPT, kata Franky Mobilala, seharusnya capaian vaksin di Teluk Bintuni sudah lebih dari 70 persen untuk dosis satu. Yang terjadi, dari data vaksin per tanggal 15 Desember 2021, cakupan vaksin di Teluk Bintuni baru mencapai 30.038 orang atau 48,4 persen dari sasaran vaksin sebanyak 62.074 orang.

Dari capaian vaksin itu, saat ini Teluk Bintuni berada di peringkat 5 di bawah Kota Sorong yang sudah mencapai 53,2 persen dari total sasaran sebanyak 203.418 orang. Urutan pertama dari cakupan vaksin di Papua Barat, saat ini ditempati Kabupaten Manokwari dengan cakupan sebanyak 90.453 orang (dosis 1) dari sasaran 132,723 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni mengaku sudah bekirim surat ke Pusdatin Kemenkes RI, untuk singkronisasi data sasaran vaksin di Teluk Bintuni. Pasalnya, jika data sasaran vaksin tidak sesuai dengan fakta jumlah penduduk di lapangan, praktis Pemda Teluk Bintuni tidak akan pernah mencapai angka 100 persen untuk cakupan vaksin.

“Yang mau divaksin siapa lagi, kalau jumlah penduduk yang ada semua sudah divaksin, tapi secara data sasaran belum mencapai 100 persen,” tukas Franky Mobilala.(bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.