Dilepas Bupati, 230 Kontingen Pesparani Teluk Bintuni Siap Tampil Gemilang dan Jadi Tuan Rumah yang Hangat

0

BINTUNI,KLIKPAPUA.com– Sebanyak 230 personel kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi dilepas untuk bertanding sekaligus menyambut tamu dalam ajang Pesparani Tingkat Provinsi Papua Barat. Perhelatan akbar ini akan berlangsung selama 6–10 Juli 2026 di Teluk Bintuni.

Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati SP 3, Distrik Manimeri, pada Sabtu pagi.

Ketua Kontingen Nurdiana Lingara melaporkan, tim yang dikirimkan akan berlaga di 13 kategori lomba, dengan rincian:

1. Paduan Suara Anak (31 peserta)
2. Paduan Suara Gregorian Remaja (30 peserta)
3. Paduan Suara Orang Muda Katolik (31 peserta)
4. Paduan Suara Dewasa Wanita (28 peserta)
5. Paduan Suara Dewasa Pria (30 peserta)
6. Paduan Suara Dewasa Campuran (31 peserta)
7. Mazmur Anak (1 peserta)
8. Mazmur Remaja (1 peserta)
9. Mazmur Orang Muda Katolik (1 peserta)
10. Mazmur Dewasa (1 peserta)
11. Cerdas Cermat Rohani Anak (3 peserta)
12. Cerdas Cermat Rohani Remaja (3 peserta)
13. Bertutur Kitab Suci (1 peserta)

Selain peserta, keberangkatan ini didukung penuh oleh pelatih, ofisial, pendamping, tim kesehatan, dan panitia. “Kami tidak hanya melatih kemampuan bernyanyi dan pengetahuan, tapi juga membina mental, kedisiplinan, kebersamaan, dan penguatan iman agar tampil sepenuh hati,” ujar Nurdiana.

Dalam arahannya, Bupati Yohanis Manibuy mengingatkan bahwa sebagai tuan rumah, tanggung jawab terbesar bukan sekadar meraih piala, melainkan memberikan kesan terbaik bagi seluruh tamu dari se-Papua Barat.

“Utamakan menjadi tuan rumah yang ramah. Sapa dengan senyum, bantu yang membutuhkan, tunjukkan bahwa warga Teluk Bintuni itu terbuka, santun, dan penuh persaudaraan. Menjadi tuan rumah yang baik adalah cara terbaik kita memperkenalkan jati diri kita yang sesungguhnya,” pesannya.

Sementara itu, Ketua LP3KD Teluk Bintuni Yohanes Asmorom menegaskan Pesparani bukan sekadar lomba seni, melainkan wadah memupuk iman dan menggali bakat umat. Seluruh tahapan—mulai seleksi, latihan intensif, pembinaan karakter hingga koordinasi dengan pemerintah dan Kementerian Agama—telah disiapkan matang-matang demi kesuksesan acara dan prestasi yang membanggakan.(red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses