100 Siswa Baru P2TIM Teluk Bintuni Angkatan VI Ikut Orientasi 

0
421
MANOKWARI,KLIKPAPUA.C0M– 100 putra pilihan yang berasal dari wilayah Papua Barat mengikuti Orientasi Penerimaan Siswa Baru di Pusat Pelatihan Teknik Industri Minyak dan Gas Kabupaten Teluk Bintuni (P2TIMTB), Sabtu ( 29/2/20202).
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Teluk Bintuni Yulius Bandi berpesan kepada peserta orientasi siswa baru P2TIM untuk selalu bersatu. “Bersatu untuk maju, kalian semua harus menunjukkan sikap,” kata Yulius pada saat pembukaan penerima siswa lewat siaran pers yang diterima klikpapua.com, Senin (2/3/2020) malam.
“Semua harus menunjukkan sikap prestasi. Tunjukkan bahwa kalian hebat, kalian tidak terbelakang, kalian bisa lebih baik. Tepuk dadamu dan katakan saya anak Indonesia  yang hebat, anak Bintuni yang hebat,” sambung Yulius dengan penuh harapan.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa sudah menjadi harapan setiap putra-putri Papua untuk data berkontribusi pada tanah kelahirannya. Setelah melepas angkatan kelima, kini P2TIM bersama Petrotekno kembali membuka peluang bagi putra Papua untuk bergabung di angkatan ke VI.
Papua Barat memiliki sumber daya minyak dan gas yang melimpah. Sekiar 23,7 triliun kaki kubik cadangan gas bumi tersimpan di Tanah Bintuni. Prospek sektor migas kian menawan, sudah saatnya putra Papua turut ambil bagian.
Inisiasi Pemkab Teluk Bintuni ini bisa menjadi program percontohan bagi daerah lain yang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah. Dengan pelatihan yang tepat, pengembangan sumber daya manusia dalam pengelolaan industri, adalah sebuah keniscayaan.
Feriyanto  selaku lead  Trainer Coordinator Petrotekno dalam sambutannya mengatakan angkatan ke enam harus  lebih baik  dari angkatan sebelumnya. Petrotekno  tidak menjanjikan lulus  langsung dapat kerja, tapi disini  belajar cara bekerjsa sama. Petrotekno selaku operator pelatihan teknik industri minyak dan gas, melakukan rangkaian pemeriksaan di hari penerimaan siswa baru.
“Adapun rangkaian pemeriksaan yang dilakukan berupa tes kadar alkohol, pemeriksaan barang bawaan, pemeriksaan kerapian rambut siswa, hingga orientasi siswa yang bertujuan mengenalkan lingkungan pelatihan serta pengenalan rambu-rambu keamanan. Hal ini dilakukan untuk melihat kesiapan peserta yang akan menjalani pendidikan selama kurang lebih 100 hari,” tuturnya.
Seluruh kegiatan pendidikan teknik industri migas ini merupakan besutan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang dioperasikan oleh Petrotekno Technical School dan diberikan gratis pada putra Papua pilihan.
Anwar Bao, salah satu pemuda asal Distrik Yakora yang sudah pernah mendaftar mengatakan persaingan untuk menjadi peserta didik di P2TIM tak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. “Saya sudah dua kali mendaftar sebagai calon siswa. Namun  tahun ini saya mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan harapan saya,” ungkapnya. “Saya cita-cita bekerja di migas. Mau kuliah tapi tidak ada biaya. Saya ingin memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar pemuda asal Distrik Yakora itu.
 Hal serupa disampaikan Arwan Arafik yang bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat (TKBM) asal Distrik Babo menyampaikan tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu demi meraih masa depan yang lebih baik. “Saya ingin membangun Babo setelah saya lulus dari Petrotekno,“  ungkapnya.(aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.