Pelayanan Pustu Masabui Mendekati Puskesmas 

0
122
Petugas Pustu Masabui ketika memberikan layanan kesehatan ke kampung sekitar pustu. (Pustu Masabui/klikpapua.com)

MANSEL,KLIKPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan memiliki satu pustu yang sistem pelayanannya mendekati pelayanan puskesmas. Yakni Pustu Masabui, Distrik Oransbari, yang jadwal layanannya buka hingga hari Sabtu.

Tidak hanya waktu pelayanan, di pustu ini juga memiliki komposisi petugas yang cukup lengkap, mulai dari kepala pustu, tenaga dokter, bidan, perawat, analis, apoteker, gizi dan Sarjana Kesehatan Masyarakat. Pelayanan model ini sudah berlangsung sejak September 2018 lalu.

Selain jadwal layanan, serta komposisi petugas yang melayani, bangunan pustu ini juga tidak kalah mewah dengan bangunan beberapa puskesmas di Papua Barat.

Sesuai data yang dihimpun, gedung layanan kesehatan yang dibangun sejak 2017 ini memiliki luas 20 X 60 meter dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 miliar melalui pembiayaan dana alokasi khusus.

Kelebihan pustu ini tidak hanya itu, peserta yang biasa memanfaatkan layanan kesehatan di pustu ini ternyata bukan hanya warga Manokwari Selatan, masyarakat dari Distrik Tanah Rubu, Kabupaten Manokwari juga sering melakukan pengobatan di layanan kesehatan yang terletak di kampung perbatasan Manokwari dan Mansel itu.

Dokter di Pustu Masabui, dr. Merlins Renatasia Waromi yang ditemui menyampaikan bahwa untuk kegiatan Posyandu mereka juga melayani tiga kampung lain yang ada di Distrik Tanah Rubu.

Sementara untuk alayanan umum terbuka untuk siapa saja. “Cuma untuk pelaporan, kami hanya tetap melaporkan layanan kepada masyarakat yang adalah warga Mansel, warga lain yang datang berobat tetap kita layani tapi tidak kita masukan dalam laporan ke dinas,” katanya.

Dikonfirmasi via ponsel, Asisten II Setda Mansel dr. Hengky Veky Tewu yang saat pengajuan pembangunan Pustu Masabui masih berstatus kepala Dinas Kesehatan Mansel mengaku bahwa rujukan pengusulan pembangunan layanan kesehatan di Kampung Masabui memang bertujuan untuk persiapan puskesmas sepenuhnya.

Dijelaskan bahwa upaya peningkatan layanan yang dilakukan oleh Kepala Dinas saat ini adalah langkah yang sudah tepat untuk mempersiapkan peningkatan status pustu tersebut.

“Tinggal bagaimana teman-teman di pustu ini mendukung bapak kepala dinas untuk terus mengupdate laporannya agar pustu di Masabui ini bisa segera mendapat registrasi menjadi puskesmas penuh,” singkatnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Selatan, Demitrius Waran saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu menyampaikan, untuk tahun 2019 ini ada dua puskesmas di Mansel yang mendapat nomor registras yakni Puskesmas Nenei dan Puskesmas Tahota.

Pihaknya masih memiliki dua pustu yang akan didorong mendapatkan nomor registrasi yakni Pustu Masabui, Distrik Oransbari dan Pustu Yamboi, Distrik Ransiki. “Jadi tahun ini kita sudah punya 6 puskesmas,” tambahnya. (st)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.