Nelayan Oransbari Diberi Sosialisasi Pembentukan KUB oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat

0
ORANSBARI,KLIKPAPUA.com–Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat kolaborasi bersama (GEF-6) gelar Sosialisasi Kegiatan Pembentukan Koperasi dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) untuk  Nelayan di Distrik Oransbari.
Sosialisasi ini berlangsung di Balai Kampung Sindang Jaya, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari  Selatan, Senin (26/6/2023).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Jakobis Ayomi dan dihadiri sejumlah perwakilan nnelayan dari masing-masing kampung di Distrik Oransbari, Kepala Seksi Perijinan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Yosep Massa, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Disperindag dan UMKM Provinsi  Papua Barat Paulus Auri dan Site Manager global enviroment  facility (GEF- 6), Hasan Sangadji, Kepala Bidang Penangkapan Dinas Kelautan dan Perikanan Mansel Desy Nurhayati Manilet.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Disperindag dan UMKM Papua Barat, Paulus Auri saat ditemui usai memberikan materi sosialisasi dalam kegiatan tersebut menuturkan, kehadirannya di Oransbari untuk memberikan sosialisasi terkait pembentukan koperasi usaha bersama. “Kalau untuk kelompok  usaha bersama nanti dari teman-teman perikanan,” katanya.
Intinya pelaksanaan sosialisasi ini untuk pembentukan koperasi baru kepada nelayan di Kabupaten Manokwari Selatan, khususnya untuk nelayan di Distrik Oransbari, karena mereka termasuk dalam kategori UKM bergerak di bidang nelayan.
Dikatakan, untuk mengumpulkan nelayan dalam gerakan koperasi, diperlukan sosialisasi dan edukasi, dimana dalam UU No 25 Tahun 1992 mewajibkan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kelompok yang mau membentuk koperasi, sehingga mereka memahami tentang pentingnya berkoperasi dan maksud tujuan berkoperasi.
“Bantuan dari masing-masing kelompok itu terbatas. Nah, kalau mereka ada dalam 1 koperasi berarti mereka semua memiliki fasilitas bersama, sehingga bantuan tidak dalam kelompok-kelompok kecil lagi atau perorangan, sehingga pemerintah lebih mudah dalam mengontrol setiap bantuan yang diberikan kepada kelompok UKM Nelayan yang tergabung dalam koperasi itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perijinan Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat yang  juga merupakan ketua panitia penyenggara kegiatan sosialisasi mengatakan,  sosialisasi pembentukan  Kelompok Usaha Bersama (KUB) bagi para nelayan dilakukan agar para nelayan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, baik itu nelayan bergerak di bidang perikanan tangkap, pembudidaya atau sebagai pengolah hasil perikanan.
 “Adapun tujuan dibentuknya kelompok usaha bersama ini untuk merangkul para nelayan membentuk kampung nelayan maju (KALAJU), dengan harapan kelompok-kelompok tersebut bisa mandiri lewat kelompok usaha bersama, sehingga mereka tidak hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah, karena mereka sudah bisa bergerak sendiri dalam satu komunitas,” jelasnya.
Perwakilan Nelayan Imam Muslim Dinas Kelautan dan Perikanan dapat terus memberikan pembinaan, agar para nelayan bisa sejahtera. “Setelah dilakukan sosialisasi ini akhirnya kami para nelayan bisa mengetahui manfaat dari KUB dan nantinya materi sudah kami terima di sini akan disampaikan kepada teman-teman kami para nelayan di kampung masing-masing, bahwa KUB sangat penting,” ujarnya. (eap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.