LP3KD Mansel Bakal Tampil di Pesparani Katolik Papua Barat 

0
159
Peserta Pesparani Manokwari Selatan saat sedang latihan. (Ist/klikpapua.com)

MANSEL,KLIKPAPUA.COM– Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah Kabupaten Manokwari Selatan untuk pertama kalinya akan ikut serta dalam kegiatan Pesparani Katolik Provinsi Papua Barat yang diselenggarakan tanggal 23-26 Oktober di Kabupaten Manokwari.

Meskipun persiapan tergolong singkat, namun kontingen Manokwari Selatan siap tampil untuk empat cabang lombah.

Ditemui saat sedang mempersiapkan timnya, Ketua LP3KD Mansel Yosep Imanuel Sabubun atau akrab disapa Joko mengaku bahwa untuk mengikuti kegiatan tersebut setidaknya ada 50 personil yang akan ikut terlibat termasuk dengan offocialnya.

“Lomba yang akan kita ikuti di antaranya cerdas cermat, nyanyi mazmur 5 orang untuk 4 kategori, paduan suara gregorian pria dewasa dan paduan suara campuran dewasa, persiapan memang agak singkat, karena awalnya memang kami dari Mansel antara ikut atau tidak, namun karena panitia pada saat pencabutan nomor undian sudah mewakili kami sehingga kami bulatkan kesiapan untuk ikut,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Joko menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan yang dinilai sangat mendukung kegiatan pembinaan terhadap umat yang ada di Mansel, terutama dalam hal pendanaan. Jumlah personil yang akan dilibatkan sebanyak 50 orang, paling tidak membutuhkan anggaran kurang lebih Rp. 100 juta.

Selain kepada pemda, Joko yang kesehariannya menjadi tenaga guru di SMA Negeri 1 Ransiki juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada dewan penasehat LP3KD Mansel yang juga adalah Komandan Rindam XVIII/Kasuwari  Kolonel Inf Ignatius Tri Joko Budi yang mana pada kegiatan ini Danrindam juga ikut menyokong pembiayaan dan juga  akan ikut langsung terlibat sebagai peserta. “Kita juga mendapat dukungan dari umat yang ada, dukungan itu yang selama ini kami manfaatkan untuk persiapan latihan dan sebagainya,” jelasnya.

Joko juga mengaku bahwa untuk keikutsertaan mereka yang perdana ini belum sampai untuk menargetkan juara. Sebagai peserta baru ini akan menjadi pembelajaran bagi mereka menuju kegiatan berikut. “Sisi lain, kita di Mansel adalah orang baru, semuanya bukan penyanyi, dengan personil yang terbatas kami hanya tampil dengan apa yang kita punya meski demikian kami akan berusaha untuk maksimal dari yang kami bisa,” tutupnya. (st/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.