Kantor Pos Ransiki Disegel Sejumlah Sopir Akibat Belum Bayar Angkutan Logistik Pemilu

0
Kantor Pos Ransiki, kabupaten Manokwari Selatan Dipalang Sejumlah Sopir Double cabin pada Kamis (14/3/2024) (Foto: Andi/klikpapua)

MANSEL,KLIKPAPUA.com- Sejumlah sopir double cabin melakukan aksi pemalangan kantor pos cabang Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan pada, Kamis (14/3/2024). Aksi itu sebagai bentuk kekecewaan para sopir double cabin karena biaya muatan logistik Pemilu di Distrik Dataran Isim belum terbayarkan.

Pantauan media ini, para sopir melakukan aksi palang menggunakan kayu balok dan ranting daun tepat di pintu masuk Kantor Pos Cabang Ransiki.

Dedi Wiyono, salah satu sopir yang melakukan pemalangan menjelaskan, pemalangan ini terpaksa dilakukan lantaran pembayaran tersebut molor dari waktu yang telah disepakati.

“Ini kita melakukan pemalangan karena kami dari sopir sudah dijanji dari satu minggu hingga sudah sampai 1 bulan tidak ada kejelasan. Untuk kendaraan hilux memuat logistik pemilu ke dataran isim ada sebanyak tujuh mobil semua belum terbayarkan,” bebernya.

Para sopir berharap, agar pihak kantor pos segera membayarkan biaya muatan logistik Pemilu tersebut karena para sopir juga menanggung tunggakan kredit kendaraan.

Kepala Kantor Pos Cabang Ransiki, Joni Suanto, saat ditemui menuturkan, untuk biaya logistik pemilu pihaknya tidak mengetahui karena pembayarannya logistik langsung ditangani oleh Kantor Pos Manokwari. 

“Nanti coba hubungi langsung dengan pihak Kantor Pos Manokwari karena ada petugas khususnya untuk bagian pembayarannya,” ujarnya sembari memberikan nomor telepon petugas Kantor Pos Manokwari.

Sementara itu, Sekretaris KPU Mansel, Golda Napitupulu saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya menjelaskan, untuk pembayarannya masih sedang melengkapi administrasi dari PT Pos, dan dijanjikan akan dibayarkan hari Senin minggu depan.

Berdasarkan pantauan lapangan, saat ini pihak keamanan dari kepolisian Polres Mansel sedang melakukan mediasi untuk penyelesaian persoalan tersebut.

Pantauan media ini, tak lama kemudian palang sudah dibuka setelah melalui mediasi oleh pihak kepolisian antara kantor pos dan pihak sopir sekaligus memberikan uang muka sebesar Rp110 juta. (aco)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.