Warga Sowi IV/RW 6 SKB dan Kwawi, Menambah Daftar Dukungan ke Paslon Hermus-Budoyo

0
53
Calon Bupati Manokwari, Hermus Indou didampingi tim bersama warga Sowi IV/RW 6 SKB saat pasangan HEBO melakukan kampanye terbatas, Senin (16/11/2020). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Dukungan terus mengalir kepada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Manokwari nomor urut dua, Hermus Indou dan Edi Budoyo. Kali ini datang dari warga Sowi IV/RW 6 SKB dan warga Kwawi. Dukungan ini diketahui setelah Hermus Indou menyambangi warga. Kehadirannya untuk bertatap muka dan bersilahturahmi agar bisa mengenal dan dikenal.
“Kehadiran kami di sini tidak lain untuk memahami dan apa yang menjadi aspirasi warga semuanya. Yang tentu jika terpilih, semua aspirasi itu harus kami bawa, rumuskan  dalam program dan juga kebijakan pemerintahan dan juga pembangunan Kabupaten Manokwari lima tahun  mendatang,” tutur Hermus Indou saat tatap muka bersama warga didua tempat berbeda, Senin (16/11/2020).
Menurut Hermus, membangun Manokwari harus dimulai dari dua hal, pertama Manokwari sebagai pusat peradaban di Tanah Papua, dan pusat pemerintahan  ibukota Papua Barat. Sehingga siapapun yang memimpin kota ini harus membangun jati diri manokwari yang sesungguhnya.
“Kita harus berpikir besar, jangan kita berpikir kecil. Kita harus berpikir besar agar bisa merubah wajah kota ini. Saya mau katakan warga Papua harus mentalitasnya kuat, harus kuat bertarung,  jangan dibiasakan dan dimanjakan dengan program yang melemahkan  kita, lalu kita tidak mau bekerja, jangan, stop dengan program yang melemahkan kita, yang akhirnya kita tidak mau bekerja dan berusaha lagi,” ungkap Hermus Indou.
Dikatakan Hermus, pemimpin tidak boleh membuat rakyatnya menjadi lemah. Pemimpin harus membuat kuat untuk bisa mampu bersaing. “Bisa mampu berusaha di zaman yang susah ini. Kalau rakyat kita hidup lemah sama saja dengan bayi yang hidupnya disuap, atau orang sakit yang hidup dengan infus yang tidak bisa makan sendiri, sehingga harus di suap,” ujarnya.
Menurutnya, pasangan HEBO hadir untuk menjadikan masyarakat kuat di atas kakinya  sendiri. Tiap hari bisa menghasilkan uang bagi dirinya. Memastikan tiap bulan  semua orang tua atau pengusaha-pengusaha muda memiliki penghasilan tiap hari. “Ini sedang kita rumuskan untuk membangun  kemandirian ekonomi  khusus masyarakat ibukota di provinsi,” tegasnya.
Dia ingin memberikan pencerahan, bahwa janji politik dan realitas pemerintahan antara birokrat dengan  politisi itu berbeda. “Dan perlu diketahui kemampuan keuangan daerah kita tidak cukup, dana Otsus peruntukkannya sudah jelas untuk OAP, kemudian DAU dan DAK  peruntukkannya  secara aturan sudah jelas,  tidak ada dana gelondongan lainnya,” ungkap Hermus.
Ditambahkan, sebagai orang pemerintahan, dirinya sangat memahami, sehingga tidak ingin membuat janji yang muluk-muluk. “Saya tidak bicara banyak, yang jelas saya beserta wakil saya Bapak Edi datang  menawarkan program untuk  membangun kemandirian orang Papua, dan menjadikan masyarakat Manokwari  menjadi masyarakat ibukota  yang siap untuk menjual jasanya  pada setiap orang yang datang,” jelasnya.
Usai tatap muka Hermus Indou  menerima aspirasi dari warga Sowi IV RW 6 SKB  yang dibacakan dan diserahkan langsung oleh Novita Dowansiba, yang mana isi aspirasi SKB ada lima poin, pertama pengaspalan jalan dari mata jalan utama hingga masuk ke RW 6 SKB, pembangunan pagar keliling Gereja Logos,  pembangunan rumah pastori, air bersih dan MCK, dan terakhir rumah layak huni bagi warga yang ada di RW 6 SKB. Aspirasi langsung dikalungkan didalam tas Noken kepada calon Bupati Hermus Indou.
Hal yang sama dilakukan oleh warga Kwawi. Yang meminta agar dibangunkan jalan belakang menuju Kampung Ambon, dan meminta agar Bupati dan Wakil Bupati melakukan komunikasi bersama DPR Otsus, agar Otsus bisa disalurkan secara baik kepada Orang Asli Papua.Demikian aspirasi kaum bapak.
Hermus Indou-Edi Budoyo saat menyambangi warga Kwawi, Senin (16/11/2020).(Foto: Aufrida/klikpapua)
Sementara aspirasi dari mama-mama oleh Mama Rumbekwan, ada lima, pertama meminta peningkatan ekonomi kerakyatan lewat UMKM, air bersih, pembangunan drainase di depan gereja. “Dan mohon dibatalkan pembangunan pondok di tanah sending depan Gereja Elim Kwawi, karena pondok di bangun tanpa koordinasi dan nama-nama yang dapat pondok itu, tidak ada warga Kwawi, itu semua hanya kepentingan, dan kelima pengadaan satu unit motor sampah,” tuntas Mama Rumbekwan. (aa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.