Wagub Lakotani: Keluarga Berperan Penting Putuskan Mata Rantai Covid-19

0
65
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani memotong tumpeng pada perayaan Hari Keluarga Nasional ke- 27 di kantor BKKBN Papua Barat, Senin (29/6/2020). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Keluarga memiliki peran penting dalam memutuskan mata rantai Pandemi Covid-19 di Provinsi Papua Barat. “Jangan menganggap remeh keluarga, memulai dari keluarga kita. Kalau keluarga kita baik kita bisa ajak kepada keluarga yang ada di sekitar kita, maka kita telah berkontribusi untuk menciptakan keluarga- keluarga yang sehat, kita telah ikut berkontribusi terhadap bagaimana menyehatkan kehidupan bangsa dan negara ini,” kata Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dalam perayaan Hari Keluarga Nasional ke- 27 di kantor BKKBN Papua Barat, Senin (29/6/2020).
Dikatakan meskipun peringatan Hari Keluarga Nasional dilakukan secara sederhana dan dalam situasi Covid-19, namun dirinya yakin tidak akan menyurutkan semangat untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan, program-program yang sudah dibuat, sudah direncanakan, untuk terus berlangsung, agar cita-cita menciptakan keluarga yang sehat produktif untuk kemajuan bangsa dan negara untuk kemajuan daerah ini bisa terus berlangsung.
“Sebagaimana kita ketahui program BKKBN  merupakan salah satu program untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, sehingga perlu terus ditingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang ada di provinsi ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wagub menyampaikan melalui  momentum Hari Keluarga Nasional dirinya berharap kepada semua masyarakat untuk terus bersama-sama dengan pemerintah menggugah kesadaran para keluarga untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman dalam keluarga masing-masing. Karena dengan suasana yang kondusif, maka keluarga-keluarga akan terus sehat produktif, meskipun di tengah pandemi Covid-19.
“Di tengah mewabahnya Covid-19 kemudian yang berdampak terhadap signifikan terhadap aktivitas kita, tetapi puji Tuhan kita masih terus beraktivitas, hanya saja menjadi sedikit terhambat. Suka tidak suka setuju atau tidak setuju kita alami semua.  Oleh karena itu kita tentu semua punya kepentingan yang sama kembali bisa hidup secara normal,” jelasnya.(aa/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.