Update Terkini Rencana Kedatangan Delegasi W20 ke Papua Barat

0
105

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com – Rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Side Event W20 dihadiri Ketua Komite W20, Tantri Dyah Kiranadewi didampingi Lisye sebagai Ketua Logistik dan Dra Yuliarti R, Ketua Substansi W20 selaku panitia nasional.

Dalam paparannya telah diungkapkan sejumlah informasi terkini rencana kunjungan delegasi ke Papua Barat, Kamis (2/6/2022) bertempat di Ruang Multimedia L.3 Kantor Gubernur, Arfai.

Dijelaskan Ketua Komite W20, beberapa undangan yang telah tersebar masih menunggu konfirmasi. Akan tetapi informasi diterima pihaknya ada yang membatalkan kunjungan.

Lanjutnya, sejak sebulan lalu telah dikabarkan 5 hingga 8 kedutaan besar hadir, namun ada pembatalan tanpa alasan.

“Sampai dengan hari ini undangan itu masih terus kami tunggu konfirmasi selanjutnya. Tadinya sudah ada informasi beberapa duta besar akan hadir ternyata mereka membatalkan, termasuk kedutaan Australia. Tapi dari Kementerian Luar Negeri sendiri menyatakan bahwa situasi dan kondisi saat ini dengan adanya Rusia dan Ukraina sehingga Kedubes belum bisa ke daerah-daerah,” jelas Ketua Komite W20, Tantri Dyah Kiranadewi saat rapat.

Selanjutnya berkaitan untuk VVIP masih menunggu kesediaan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tamu lain yang hadir ada Ketua KOWANI dan para narasumber untuk meeting. Disamping itu diperkirakan sekitar 50 orang dari Pusat termasuk kepanitiaan W20 ke Papua Barat.

“Kami masih menunggu kesediaan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang akan hadir, tetapi yang sudah dipastikan dari Deputi kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kami tetap optimis untuk kehadiran mereka semua,” tambahnya.

Seiring waktu perkembangan terbaru tetap disampaikan untuk menyesuaikan persiapan yang telah ada.”Kami akan tetap mengupgrade progres informasi selanjutnya,” Tandasnya. (rls)

SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.