SP2022 Lanjutan di Papua Barat Sasar 49.584 Sampel Rumah Tangga

0
64

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat akan menggelar Sensus Penduduk (SP) 2020 Lanjutan mulai Mei hingga Juni 2022. Agenda ini merupakan rangkaian sensus 2020 untuk mengumpulkan informasi kependudukan yang lebih rinci.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia SE, M.Si saat memaparkan materi sosialisasi memyebut, SP2020 lanjutan di Papua Barat akan menyasar 49.584 rumah tangga sebagai sampel yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat dan melibatkan sebanyak 915 petugas yang terdiri dari 626 Petugas Pendata Lapangan (PPL), 213 Koordinator Tim (Kortim) dan 76 Koseka.

“Pendataan Long Form SP2020 ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Jumlah sampel yang dicakup sebanyak 4.294.896 rumah tangga pada 268.431 blok sensus yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Secara khusus di Provinsi Papua Barat, cakupan kegiatan ini adalah sebanyak 49.584 rumah tangga pada 3.099 blok sensus yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat,” tuturnya, Jumat (10/6/2022) di kantor Gubernur Papua Barat

Dikatakan Maritje, pelaksanaan SP2020 Lanjutan beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19. Di mana BPS menggunakan moda terbaru pencacahan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Adapun jadwal kegiatan SP2020 Lanjutan sebagai berikut:
1. Mei-Juni 2022 Pendataan lapangan.
15-30 Mei 2022 Pemutakhiran penduduk dan rumah tangga.
1-30 Juni Pendataan rumah tangga aampel.
2. Juni 2022-September 2023 pengolahan dan diseminasi
Juni-September pengelolaan hasil dan pendataan.
23 Januari 2023 rilis BRS dan Website.

Data yang dihasilkan dari Sensus Penduduk 2020 Lajutan ini adalah karakteristik penduduk, perpindahan penduduk, pendidikan dan komunikasi, Disabilitas, Ketenagakerjaan, kelahiran, kematian dan perumahan.

Untuk itu, kata Maritje, misi besar pelaksanaan sensus penduduk 2020 ini menjadi tolak ukur dan indikator kependudukan Indonesia sehingga dengan pelaksanaan SP2020 ini akan menjadi potret demografi Indonesia setelah melewati gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Saya berharap respon dan kerelaan masyarakat untuk menyediakan waktunya didata oleh petugas sensus penduduk BPS yang akan datang dari rumah ke rumah,” ujar dia. (dra)

SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.