Selama Operasi Pekat, Ini Kasus Kejahatan yang Diungkap Polda Papua Barat

0
207

MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat berhasil mengungkap berbagai kasus dalam pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) pada 26 November hingga 3 Desember 2019.

Hal ini dikatakan Kabag Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol. Tri Atmojo Marawasianto, SIK melalui Konferensi Pers yang dilaksanakan di Mapolda Papua Barat, Selasa (03/12/2019).

Dijelaskannya, pelaksanaan Operasi Pekat itu selain dilaksanakan oleh polda di wilayah Manokwari, juga dilakukan di Polres Sorong Kota, Sorsel, dan Fakfak.

“Operasi Pekat ini diselenggarakan sesuai kalender Kamtibamas di wilayah Polda. Sehingga sasarannya kita arahkan untuk menciptakan kondisi yang kondusif,” jelasnya.

Sementara Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum), Kombes Pol. Robert Da Costa S.Ik., M.H mengatakan operasi Pekat ini ditargetkan 21, tetapi Tim Opsnal Jatanras berhasil mengungkap 16 target yang terbagi dalam beberapa kasus yakni terkait premanisme, perjudian, miras, prostitusi, dan narkoba dengan jumlah terduga sebanyak 17 orang.

Untuk yang sedangkan di tahan di rutan Polda dan Polres Manokwari yakni kasus premanisme terdapat empat orang berinsial YS, MA, DS, dan AI. Perjudian berinisial AM, RM, AS, YM, H, PL, TS, dan RS serta D yang diduga kuat sebagai bandar judi online.

Sedangkan kasus Miras, Tim Opsnal Jatanras berhasil menangkan R dan FS. Kemudian untuk tersangka kasus prostitusi berinsial AW dan R.

Selain pengungkapan lima kasus tersebut, tim Opsnal Jatanras juga berhasil mengamankan 14 kendaraan bermotor dalam operasi premanisme yang diduga merupakan hasil pencurian.

Kemudian Barang Bukti (BB) lain yang diamankan, di antaranya, ratusan liter miras oplosan bersama alat penyulingan dan bahan baku serta miras berlebel jenis Bir Bintang dan Anggur Merah.

Tak hanya itu, tim juga menemukan Senjata Api (Senpi) sebanyak empat pucuk yang terdiri dari satu rakitan, dua mozer, dan satu buah SS1. Kemudian juga BB Narkoba berupa Shabu 1, 3 gram dan Ganja. “Ada juga senjata tajam (Sajam) yaitu badik, dan pisau, busur panah. Jadi total tersangka yang kita tangkap dalam operasi secara keseluruhan di beberapa wilayah lainnya sebanyak 21 orang,” tutupnya Dacosta.(tom/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.