Sektor Jasa Keuangan di Papua Barat dan Papua Barat Daya Terjaga Stabil

0
Kantor OJK
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Otoritas Jasa Keuangan Papua Barat dan Papua Barat Daya  menilai kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya per 31 Desember 2025 tetap terjaga stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga.
Perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal di Papua Barat dan Papua Barat Daya tumbuh positif seiring dengan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pada posisi 31 Desember 2025, total aset dan penyaluran kredit perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year (yoy) dengan posisi aset perbankan tercatat sebesar Rp32.514,04 miliar atau tumbuh 6,70 persen (yoy) dan penyaluran kredit sebesar Rp19.788,98 miliar atau tumbuh 9,98 persen (yoy).
Untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga mengalami kontraksi 3,53 persen (yoy) dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp16.584,72 miliar. Kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 119,32 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah terkendali dengan non-performing loan 3,07 persen.
Kinerja perbankan syariah juga mengalami peningkatan dengan; nilai aset sebesar Rp554,13 miliar tumbuh 1,72 persen (yoy), pembiayaan syariah juga menunjukkan
tren positif 6,29 persen (yoy) menjadi Rp219,30 miliar dan penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 7,52 persen (yoy) menjadi Rp511,73 miliar.
Komitmen perbankan untuk terus mendorong UMKM diwujudkan dalam penyaluran kredit kepada UMKM, pada 31 Desember 2025 posisi penyaluran kredit kepada UMKM sebesar Rp5.626,35 miliar dengan kualitas NPL yang masih terjaga sebesar 3,47 persen atau masih di bawah threshold 5 persen.
Perkembangan Sektor Pembiayaan
 Perkembangan IKNB di Papua Barat dan Papua Barat Daya posisi 31 Desember 2025 juga menunjukkan kinerja positif. Kinerja Perusahaan Pembiayaan di Papua Barat dan Papua Barat Daya tumbuh positif dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp1,19 triliun meningkat 0,86 persen (yoy) dengan non-performing financing sebesar 2,67 persen dari jumlah kontrak sebanyak 199.392.
Perkembangan Sektor Pasar Modal
Di sektor Pasar Modal, pertumbuhan investor di Papua Barat dan Papua Barat Daya mengalami kontraksi1,34 persen yoy, tercatat per 31 Desember 2025 ini terdapat 32.535 rekening investasi di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang masih didominasi oleh rekening reksa dana. Namun demikian, nilai transaksi saham terus menunjukkan peningkatan.(rls/red)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses