MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Dr. Filep Wamafma, resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung Olahraga (GOR) Sanggeng, Senin (10/8/2026).
Ketua Panitia PKKMB Hengky Sombuk, dalam laporannya, mengatakan pendaftaran calon mahasiswa baru (camaba) IHTP dibuka sejak 28 Juli hingga 5 Agustus 2026. Seluruh camaba wajib mengikuti rangkaian evaluasi ketat, mulai dari tes potensi akademik hingga wawancara.
Proses seleksi tersebut menjaring 776 camaba, yang terdiri atas 37 camaba Program Studi S-1 Manajemen Rekayasa, 40 camaba Program Studi S-1 Ilmu Pemerintahan, dan 699 camaba Program Studi S-1 Ilmu Hukum.
Dalam sambutannya, Filep menegaskan PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum pembentukan karakter, integritas, dan kebersamaan.
Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan inovasi, sekaligus membangun hubungan baik antara mahasiswa baru, mahasiswa senior, dan seluruh sivitas akademika.
“PKKMB ini bukan sesuatu yang seremonial, tetapi sesuatu yang bermakna. PKKMB menjadi ruang untuk menguji dan menjaga diri, menjaga marwah masing-masing, tetapi juga menjaga marwah Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” ujar Filep.
Ia menegaskan pelaksanaan PKKMB tidak boleh lagi menggunakan pendekatan perpeloncoan, kekerasan, maupun tindakan kasar terhadap mahasiswa baru.
“PKKMB hari ini harus penuh dengan humanis, penuh dengan canda, tawa, dan keakraban seperti satu keluarga. Tidak ada lagi yang disebut perpeloncoan, kekerasan, atau hal-hal yang kasar,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa senior agar tidak menyalahgunakan statusnya untuk bertindak berlebihan terhadap mahasiswa baru. Sebaliknya, seluruh peserta PKKMB diminta membangun hubungan yang dilandasi kejujuran, kewibawaan, dan martabat.
“Kita sama-sama datang ke sini untuk membimbing, membina, mengajar, dan membangun silaturahmi yang kuat antara satu dengan yang lainnya,” katanya.
Kepada mahasiswa baru, Filep mengatakan bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan momentum bersejarah dalam perjalanan hidup, karena mereka datang dengan membawa harapan, cita-cita, dan impian untuk masa depan.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki moral dan karakter yang kuat.
“Cerdas secara akademik tidak cukup kalau tidak didukung oleh moral dan karakter,” ujarnya.
Menurutnya, pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi.
Selain itu, mahasiswa juga harus mampu menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Pemimpin masa depan harus mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan mampu menciptakan solusi,” katanya.
Filep juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam sekat-sekat program studi. Menurutnya, mahasiswa hukum, ilmu pemerintahan, maupun manajemen rekayasa merupakan bagian dari satu keluarga besar IHTP.
“Di sini tidak ada mahasiswa hukum, tidak ada mahasiswa ilmu pemerintahan, tidak ada mahasiswa manajemen rekayasa. Di sini adalah mahasiswa Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” tegasnya.
Lebih lanjut, Filep menyampaikan bahwa mahasiswa datang ke kampus bukan hanya untuk mendapatkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, membangun jaringan, memperluas pengetahuan dan pengalaman, serta menjadi pribadi yang mampu memberikan perubahan.
“Jadikan kampus sebagai rumah untuk mengubah nasib dan masa depan Anda serta desa Anda,” pesannya.
Ia meminta mahasiswa baru untuk tidak takut menghadapi tantangan selama menjalani pendidikan, karena setiap mahasiswa pasti akan menghadapi hambatan dan persoalan dalam perjalanan akademiknya.
“Jangan takut gagal. Jangan takut malu bertanya. Jangan malas belajar dan jangan mudah menyerah, apalagi kehilangan integritas,” tegas Filep.
Ia berharap para mahasiswa nantinya tidak hanya berhasil memperoleh gelar akademik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat Papua, bangsa, dan negara.
“Ketika nanti Anda menjadi seorang sarjana, ingat pesan saya. Jadilah orang yang bermanfaat bagi masyarakat Papua, bagi suku-suku di Tanah Papua, tetapi juga bermanfaat bagi bangsa dan negara Republik Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IHTP secara resmi menyambut 776 calon mahasiswa dan mahasiswi baru untuk mengikuti rangkaian PKKMB sebagai bagian dari proses awal memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi.
“PKKMB harus menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk membangun karakter, integritas, inovasi, dan semangat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar IHTP,” pesannya. (dra)





















