PN Manokwari Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK-WBBM

0
61
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Pengadilan Negeri Manokwari Kelas IB mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM). Pencanangan ini diikuti dengan penandatangan pakta integritas dan komitmen bersama di kantor PN Negeri Manokwari, Rabu (3/2/2021).
Kepala Pengadilan Negeri Manokwari Kelas IB, Sonny A.B Loemoery, mengatakan Pengadilan Negeri Manokwari telah menerapkan Sistem Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM) dengan nilai A (excellent) sejak tahun 2018 dan pada hari ini Pengadilan Negeri Manokwari kembali memperbarui pencanangan komitmen pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM ).
“Pencanangan ini sebagai bagian dari kesungguhan Pengadilan Negeri Manokwari dalam mengukuhkan diri sebagai lembaga yang mempunyai komitmen untuk mencegah terjadinya korupsi disertai upaya untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi serta wilayah birokrasi bersih dan melayani,” ungkap Sonny.
Membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM menurutnya adalah pekerjaan berat, oleh karenanya dibutuhkan komitmen antara pimpinan dan bawahan dalam satu pola pikir dan budaya kerja yang sama untuk mencapai zona integritas. “Ada dua sasaran zona integritas yang harus tercapai yaitu terwujudnya Pengadilan Negeri Manokwari yang bersih dan bebas KKN, dan terwjudnya peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Sonny.
Dia mengatakan, pencanangan zona integritas tersebut adalah bagian dari kesunguhan PN Manokwari dalam mengukuhkan diri sebagai lembaga yang mempunyai komitmen bersih, dan menjadi salah satu formula yang tepat untuk mewujudkan visi Pengadilan Negeri Manokwari sebagai badan peradilan yang agung sesuai visi-misi Mahkaman Agung RI. “Dari pencanangan ini, PN Manokwari komitmen untuk lakukan perbaikan secara nyata di masa mendatang sebagai sebuah landasan yang kokoh, untuk mewujudkan penegakkan hukum yang berkeadilan dan berhati nurani sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.
Pencanangan pembangunan zona integritas dilaksanakan secara terbuka dan dipublikasikan secara luas dengan maksud agar semua pihak, termasuk masyarakat dapat memantau, mengawal, mengawasi dan berperan serta dalam program kegiatan reformasi birokrasi khususnya di bidang pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pembangunan zona integritas difokuskan pada penerapan program manajemen, perubahan penataan tata laksana, penataan manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersifat konkrit. “Harapan saya, sama-sama kita bekerja menjaga komitmen dalam membangun zona integritas ini dengan cerdas, ikhlas dan menjauhi perilaku yang tidak terpuji,” harap Sonny.
Sementara  Plh Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan, keberhasilan zona integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas dari masing-masing individu yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi di mana individu tersebut berada,  dan melakukan kegiatannya. “Perlu kita ketahui bersama zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi WBK dan wilayah birokrasi bersih dan wilayah birokrasi bersih melayani, ” ungkap Edi Budoyo.
Pencanangan pembangunan zona integritas ini merupakan upaya penting bersama, karena mencerminkan tekad dan komitmen untuk menjadikan Pengadilan Negeri Manokwari menjadi zona yang berintegritas sebagai wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. “Saya juga mengharapkan adanya kerjasama yang baik dengan aparat penegak hukum di Kabupaten Manokwari, guna mengawal pembangunan, agar dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan dapat berjalan dengan aman sesuai aturan dan ketentuan serta memenuhi kebutuhan sebagaimana yang diharapkan,” ucapnya.
Edi dengan tegas menyampaikan dengan adanya peningkatan kelas ini harus diimbangi dengan peningkatan kinerja kualitas SDM dan moral hubungan antara pengadilan dengan kepala daerah. “Ibarat anak dengan ayah angkatnya. Oleh sebab itu keduanya harus saling bersinergi serta gotong royong dan mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera,” ujarnya.
Edi juga berharap kepada Pengadilan Negeri Manokwari untuk bersama-sama bergandengan tangan guna mewujudkan kondisi yang kondusif demi mewujudkan Kabupaten Manokwari bisa (Bersih Indah Sejahtera Aman dan Damai),” harapnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.