Perlunya Gerakan Mahasiswa Terhadap Kejahatan Narkoba

0
67
Kegiatan Kemah Bakti Sosial Masyarakat, Sabtu (12/10/2019) di Kampung Aipiri, Distrik Manokwari Timur.(Foto : BNNP Papua Barat)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM— Perlunya gerakan mahasiswa terhadap kondisi kejahatan narkoba di Indonesia, yang sudah sangat akut di berbagai sendi kehidupan bangsa.

Demikian disampaikan Victor Y. Patty, Penyuluh Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Papua Barat yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Kemah Bakti Sosial Masyarakat, Sabtu (12/10/2019).

Kegiatan ini kerjasama Dinas Sosial Provinsi Papua Barat bersama Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Papua (UNIPA), yang berlangsung di Kampung Aipiri, Distrik Manokwari Timur.

Victor menggaris bawahi bahwa bertolak dari permasalahan tersebut, BNNP Papua Barat telah gencar melaksanakan upaya pencegahan di wilayah Papua Barat, khususnya dilingkungan pendidikan, yang dapat dijadikan sumber daya yang kuat untuk implementasi pencegahan da pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau yang dikenal dengan P4GN.

Di tengah berbagai permasalahan narkotika yang dihadapi, Viktor menambahkan, mahasiswa program studi Agribisnis dapat memanfaatkan disiplin ilmu Pertanian untuk mengedukasi masyarakat terkait larangan penanaman narkoba.

Terutama yang berasal dari bahan-bahan alami yang adalah bahan (zat) yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan (psikologi) seseorang, serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.

Dalam kesempatan yang sama juga dijelaskan bahaya narkotika sebagai zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Gambaran lain tentang permasalahan narkotika dimana angka pravelensi pengguna narkoba (mahasiswa) menurut Indonesia Drugs Report 2019 sebesar 3,2 % atau setara dengan 2.297.492 dari 15.440.000 orang.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa mampu mendapatkan edukasi dan pemahaman baru terhadap bahaya narkotika. Sehingga kemudian hari mereka mampu menjadi generasi muda yang cemerlang dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, menyumbangkan ide-ide kreatif serta mengantisipasi masuknya narkoba di lingkungan kampus. Kegiatan ini dihadiri 298 mahasiswa dengan tema kegiatan “Mendorong Milenial Sehat Tanpa Narkoba”. (rls/bm)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.