Barnabas Usul Perlu Ada Penambahan Bidang Afirmasi di Dinas Pendidikan Papua Barat

0
49
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–  Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengatakan, perlu ada tambahan bidang baru  di dinas tersebut, yakni bidang afirmasi. Sehingga kedepan dapat bekerjasama  dengan perguruan-perguruan tinggi, saat selesai mereka bisa langsung bekerja.
“Untuk memperpendek kondisi-kondisi  yang ada Pemerintah Provinsi Papua Barat harus menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi kedinasan, supaya begitu selesai kuliah sudah memiliki pekerjaan, ” kata Barnabas Dowansiba saat ditemui di kantor BPBD Provinsi usai Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Selasa (17/11/2020).
Menurut Barnabas, Sekda Papua Barat sudah menanggapi afirmasi kedokteran. Catatan tersebut sudah turun dan dia telah memerintahkan kepala bidangnya untuk segera klarifikasi terkait berapa siswa afirmasi yang sudah selesai dan yang belum. “Karena ketika sudah berjalan keluarlah Permendagri 90, yang disitu ada perubahan, akan kita koordinasikan ulang, akan kita sesuaikan dengan tupoksinya, seperti apa?,” ujar Barnabas.
Lanjut Barnabas mengatakan, kebanyakan saat ini yang dikuliahkan yang umum, sehingga begitu selesai, mereka masih menjadi beban untuk mencari pekerjaan . “Ini yang harus kita rubah, semua itu sesuai kebutuhan kita, tidak bisa lagi sembarang mengirim orang, tapi kebutuhan daerah, sebenarnya apa itu yang harus kita pacu,” tuturnya.
Saat ini saja di puskesmas-puskesmas yang ada di Provinsi Papua Barat masih banyak mengalami kekurangan dokter Orang Asli Papua (OAP).  Hal ini yang harus didorong  Kepemerintah  Provinsi Papua Barat.
Lebih lanjut diungkap Barnabas, bagi yang sekolah kedokteran akan betul-betul diperhatikan, jangan sampai sudah  jalan baru tiba-tiba tidak ada uang dan dia kembali lagi atau putus sekolah. “Kuliah kedokteran membutuhkan waktu yang lama sehingga mereka yang sudah ada itu kita perhatikan, agar mereka cepat selesai. Upaya kesempatan yang ada di lapangan ini artinya kesenjangan yang ada di lapangan ini harus segera ditangani, jangan sampai kita biaya yang baru kan masih lama. Sedangkan kebutuhan sekarang ini apalagi kita dalam masa pandemi Covid sangat membutuhkan tenaga kesehatan tersebut terutama yang gizi dan lain-lainnya,” pungkasnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.