
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya turun pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025.
TPT Papua Barat menjadi 4,29 persen dari 4,55 persen, sedangkan TPT Papua Barat Daya menjadi 6,56 persen dari 6,85 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Ir. Merry, dalam rilis Berita Resmi Statistik di Manokwari, Kamis (5/11/2026).
Jumlah penduduk usia kerja di Papua Barat pada Agustus 2026 mencapai 441.337 orang, bertambah 6.998 orang dibandingkan setahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, 308.559 orang masuk angkatan kerja, sehingga Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 69,91 persen, naik dari 69,55 persen.
Jumlah penduduk bekerja bertambah 7.013 orang menjadi 295.336 orang. Jumlah penganggur turun 532 orang menjadi 13.223 orang.
TPT laki-laki turun dari 4,94 persen menjadi 4,47 persen, sedangkan TPT perempuan sedikit naik dari 3,96 persen menjadi 3,98 persen. Menurut wilayah, TPT perkotaan 6,44 persen dan perdesaan 3,08 persen.
Pertanian masih menyerap tenaga kerja terbanyak, yakni 41,93 persen penduduk bekerja. Berikutnya administrasi pemerintahan (14,09 persen) dan perdagangan besar dan eceran (10,39 persen).
Pekerja informal berjumlah 188.293 orang atau 63,76 persen dari penduduk bekerja, naik dari 182.204 orang atau 63,19 persen pada Agustus 2025.
Peningkatan ini terutama didorong oleh bertambahnya penduduk yang berusaha sendiri. Adapun pekerja formal turun tipis menjadi 36,24 persen.
Proporsi pekerja penuh waktu, yaitu mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu, naik dari 57,92 persen menjadi 62,71 persen atau 185.199 orang. Tingkat setengah pengangguran turun dari 9,74 persen menjadi 9,42 persen.
Di Papua Barat Daya, penduduk usia kerja berjumlah 481.991 orang, bertambah 6.106 orang. Angkatan kerja tercatat 328.748 orang dengan TPAK 68,21 persen, naik dari 68,10 persen.
Penduduk bekerja bertambah 5.304 orang menjadi 307.166 orang. Jumlah penganggur turun 627 orang menjadi 21.582 orang.
TPT perempuan turun dari 8,44 persen menjadi 7,18 persen, sedangkan TPT laki-laki naik dari 5,87 persen menjadi 6,17 persen. TPT perkotaan naik dari 8,57 persen menjadi 8,73 persen, sementara TPT perdesaan turun dari 4,96 persen menjadi 3,99 persen.
Sektor pertanian menyerap 29,83 persen tenaga kerja, disusul perdagangan besar dan eceran (15,95 persen) serta administrasi pemerintahan (12,23 persen).
Persentase pekerja formal naik dari 44,34 persen menjadi 45,16 persen atau 138.701 orang, terutama karena bertambahnya buruh, karyawan, dan pegawai.
Sebaliknya, proporsi pekerja penuh waktu turun dari 71,33 persen menjadi 65,64 persen. Tingkat setengah pengangguran naik dari 7,49 persen menjadi 10,38 persen, dan tingkat pekerja paruh waktu naik dari 21,18 persen menjadi 23,98 persen.
Pekerja berpendidikan tinggi (diploma ke atas) mencapai sekitar 17,26 persen di Papua Barat dan sekitar 20,62 persen di Papua Barat Daya.
Sementara itu, pekerja berpendidikan SD ke bawah masih sebesar 32,07 persen di Papua Barat dan 24,70 persen di Papua Barat Daya. (dra)




















