MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat resmi beralih dari Agus Nurrodi kepada Otto Parorongan. Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di kantor BPKAD Papua Barat, Rabu (4/11/2026).
Dalam sambutannya, Agus Nurrodi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, wakil gubernur, serta sekretaris daerah (sekda) atas kepercayaan yang diberikan selama ia bertugas di BPKAD.
Agus kini ditugaskan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Papua Barat. Ia menyebut penugasan itu sebagai kesempatan mengabdi di bidang yang berbeda setelah hampir 35 tahun berkecimpung dalam urusan keuangan pemerintahan.
“Pada 1 Februari 2027 nanti, genap 35 tahun saya menjadi pegawai negeri sipil. Selama ini saya selalu berkecimpung di bidang keuangan. Karena itu, saya sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk berkarya di area pekerjaan yang baru,” ungkapnya.
Agus juga mengenang pengabdiannya selama sekitar 13 tahun di BPKAD Papua Barat, sejak Mei 2013 hingga akhir Oktober 2026. Menurut dia, berbagai capaian selama masa tugasnya tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh jajaran.
Ia mencontohkan bidang anggaran yang memikul beban kerja sangat tinggi sepanjang 2026. Setelah menyelesaikan APBD induk, jajaran langsung melanjutkan pergeseran anggaran, penyesuaian terkait sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) dana otonomi khusus (otsus), hingga menyiapkan Rancangan APBD (RAPBD) 2027.
Bidang perbendaharaan, kata Agus, berhasil menyusun standar operasional prosedur (SOP) baru dengan sistem daftar periksa pelayanan pencairan dana. Bidang akuntansi menyelesaikan laporan keuangan tepat waktu sehingga turut mendukung Pemprov Papua Barat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Adapun bidang PK3 dinilai berhasil menyelesaikan laporan pelaksanaan otsus sehingga mendukung kelancaran pencairan dana dari pemerintah pusat. Sementara itu, sekretariat berperan menjaga kelancaran operasional dan pelayanan administrasi BPKAD.
“Semua keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas, dan loyalitas Bapak-Ibu semuanya. Ini bukan keberhasilan saya sendiri, tetapi kerja kolektif seluruh jajaran. Tanpa dukungan teman-teman, saya tidak mungkin bisa menyelesaikan semua pekerjaan tersebut,” katanya.
Agus menegaskan, pengelolaan keuangan daerah memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP).
Ia menyebut lebih dari 60 persen APBD Papua Barat diarahkan untuk kepentingan OAP. Karena itu, anggaran harus dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Otto Parorongan mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh jajaran dalam menjalankan amanah barunya.
Ia mengatakan kariernya di lingkungan Pemprov Papua Barat telah melewati sejumlah bidang tugas, mulai dari sektor kesehatan, biro umum, hingga urusan kepemudaan dan olahraga. Sebelum menjabat asisten secara definitif, ia pernah menjadi pelaksana tugas (Plt.) Kepala Biro Umum.
“Saya membutuhkan dukungan dari kita semua untuk menyukseskan program-program prioritas Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, dan Bapak Sekda. Saya berharap kebersamaan dan kerja sama yang baik dapat terus terjaga,” ujarnya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak mengganggu ritme kerja BPKAD, terutama dalam menghadapi penyusunan anggaran 2027, penyelesaian laporan pertanggungjawaban keuangan, dan penertiban aset daerah.
Dengan kepemimpinan baru, BPKAD diharapkan semakin memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel serta mendukung program prioritas pembangunan di Papua Barat.
Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, kepercayaan yang diberikan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, dan buktinya adalah kinerja.
“Tidak bisa dengan ucapan, tidak bisa dengan kedekatan-kedekatan yang lain, tetapi buktinya adalah capaian-capaian yang diwujudkan di dalam tugas,” ujarnya.
Ia menyebut BPKAD sebagai salah satu jantung utama jalannya roda pemerintahan. Karena itu, kepala BPKAD yang baru diminta segera berkomunikasi secara internal, beradaptasi, dan merangkul seluruh pegawai. (dra)





















