BABO,KLIKPAPUA.com— Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menargetkan Distrik Babo sebagai pintu masuk sekaligus wilayah pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir ke depan.
Langkah ini menyusul rencana penyerahan kembali sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten yang selama ini dimanfaatkan oleh BP Tangguh.
Kunjungan kerja dan peninjauan awal dilaksanakan Bupati Yohanis Manibuy didampingi Habel Tanati (Social Performance and Delivery Manager bp Indonesia), Kepala Dinas Perhubungan Jandry Salakory, perwakilan BPKAD, BUMD, BPN, Pemerintah Distrik Babo, dan pihak terkait lainnya, Kamis (5/11/2026).
Aset yang direncanakan dihibahkan mencakup kawasan dermaga, pelabuhan, bandara Babo, serta kompleks bangunan bekas mess karyawan BP Tangguh. Nantinya, aset-aset tersebut akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kunjungan kami di Babo ini untuk meninjau langsung aset yang rencana dihibahkan BP Tangguh kepada Pemda. Ke depannya aset ini akan dikelola BUMD agar memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Bupati Yohanis Manibuy.
Bupati menjelaskan, penataan kawasan Babo sejalan dengan pembangunan dermaga Pelabuhan Babo yang sedang berjalan. Revitalisasi infrastruktur transportasi ini diharapkan menjadi momentum strategis mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir. Pengelolaan aset secara mandiri juga menjadi langkah penting memperkuat kemandirian fiskal daerah yang selama ini masih didominasi dana transfer pusat.
“Kami apresiasi penuh niat baik BP Tangguh yang menyerahkan kembali aset di atas tanah Pemda. Ini langkah penting memperkuat aset Pemda dan tata kelola sumber PAD ke depan,” tegasnya.
Hasil peninjauan awal akan segera ditindaklanjuti, termasuk kajian pemanfaatan aset seperti bangunan mess yang dapat difungsikan sebagai penginapan atau sarana penunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Semoga Babo semakin maju dan membawa berkah bagi masyarakat Teluk Bintuni. (rls/red)





















