Pemkab Teluk Bintuni, WWF dan LSM lokal Gelar Pertemuan Bersama Bahas Rencana Program VCA

0
88
Pemkab Teluk Bintuni, WWF dan LSM lokal Gelar Pertemuan Bersama Bahas Rencana Program VCA, Kamis (23/9/2021)
BINTUNI,KLIKPAPUA.com— Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bersama Lembaga Dunia non pemerintah World Wildlife Fund (WWF) dan LSM lokal Kamis (23/9/2021) menggelar pertemuan bersama untuk membahas rencana Program voice for just Climate Action (VCA) atau suara untuk aksi iklim di ruang rapat Kantor Bupati SP 3 Distrik Manimeri.
WWF yang merupakan Lembaga dunia non pemerintah ini, berencana menggelar program VCA di tanah Papua, khusus di Teluk Bintuni dilakukan di sejumlah Kampung, di antaranya, Kampung Indor, Sarbe dan Kampung Yakati.
Penanggungjawab Program VCA Tanah Papua Wika Rumbiak mengatakan, program ini merupakan upaya untuk penanganan krisis iklim yang selama ini sudah terjadi dan mengakibatkan sejumlah bencana seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dimana Dampak krisis iklim jauh lebih dirasakan oleh masyarakat kelompok rentan.
Dikatakan krisis iklim merupakan masalah yang rumit, sehingga perlu campur tangan berbagai pihak, dan pemangku kepentingan baik dari daerah hingga pemerintah pusat, bahkan dibutuhkan komitmen Presiden sebagai pengambil kebijakan anggaran Negara. “Bencana iklim sudah tidak bisa kita tolak selalu ada, sehingga melalui program ini bagaimana kita menyiapkan masyarakat rentan untuk bisa siap terkait hak-hak akses pelayanan dasar dan domestik”, katanya.
Program VCA yang akan dilaksanakan di Teluk Bintuni yakni terkait dengan Ketahanan pangan lokal, wilayah adat, gender serta mendorong perempuan Papua untuk aktif berbicara dan menyiapkan program pangan lokal.
Kepada wartawan, Wika juga mengatakan, pemilihan Kabupaten Teluk Bintuni sebagai tujuan program adalah dikarenakan luasan hutan mangrove yang ada di Bintuni sehingga sangat terlihat jika terjadi perubahan iklim. “Program ini dilakukan di Bintuni karena Kita lihat secara ekosistem mangrove itu kan terdampak paling kelihatan, terhadap perubahan iklim, pasang surut air laut, Kemudian kita lihat bahwa masyarakat Bisa beradaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi bencana,” katanya.
Selain di Bintuni, WWF juga melakukan program yang sama di Asmat wilayah Papua sehingga ada sharing pembelajaran antara Asmat dengan di Teluk Bintuni.
Sementara itu, Plt Sekda Teluk Bintuni Frans Awak mengatakan, pemerintah pada dasarnya mendukung program ini, ia menghimbau kepada sejumlah OPD terkait agar turut membantu apa yang sudah diprogramkan sesuai hasil pertemuan ini.  “Mari kira sama-sama mendukung program ini akan ada OPd terkait yang ditunjuk untuk membantu, kalau dana mungkin tidak ada tapi yang penting adalah program,”pungkasnya. (dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.