Pasokan BBM di PLN Manokwari Hanya Bertahan Hingga Besok

0
145
Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina dipalang warga RT 01 RW 06 Sanggeng, Sabtu (3/10/2020). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari saat ini sedang mengatur pemakaian BBM ke pembangkit-pembangkit listrik yang ada. Hal tersebut dikarenakan adanya pemalangan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina, sehingga suplai BBM ke pembangkit PLN menjadi terganggu.
Saat ini, 99% pembangkit yang ada di Manokwari menggunakan BBM sehingga apabila suplai BBM mengalami gangguan, Manokwari dan sekitarnya akan terjadi pemadaman. Beban puncak di Manokwari yang mencapai kurang lebih 28 MW tersebut disuplai dari beberapa pembangkit berbahan bakar minyak.
“Saat ini ketersediaan BBM kita sudah menipis karena pembangkit-pembangkit besar kita di Manokwari menggunakan bahan bakar minyak. Kebutuhan BBM kita perhari itu mencapai 150 kilo liter, kalau suplai BBM ini terganggu, maka suplai listrik ke pelanggan pun akan mengalami gangguan (pemadaman),” ujar Manager UP3 Manokwari, Sulisiyo, Sabtu (3/10/2020).
PLN pun terus melakukan koordinasi dengan para stakholder dan juga pertamina terkait dengan ketersediaan BBM yang ada guna mengoperasikan pembangkit. Melihat ketersediaan BBM yang ada, PLN mengestimasi dapat mengoperasikan pembangkit hingga esok, Minggu (4/10/2020).
“Kami pun mengatur suplai BBM hingga saat ini. Kalau dilihat dari BBM yang ada, kekuatan kita untuk mengoperasikan pembangkit hanya sampai besok. Jadi kalau nanti BBM belum dapat disuplai lagi, maka kami akan mengurangi beban atau terjadi pemadaman ke pelanggan,” lanjut Sulis dalam penjelasaannya tentang kondisi saat ini.
PLN berharap agar suplai BBM dari Pertamina dapat kembali seperti biasanya agar PLN tidak mengalami kendala untuk menyalurkan tenaga listrik kepada para pelanggan.(rls/aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.