Mengapa Harus Vaksin Covid-19? dr.Arnold: “Supaya Kalaupun Kita Terpapar Kita Akan Tahan”

0
176
Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Saat ini warga masyarakat Papua Barat sedang berlomba, antara kemungkinan terpapar dan upaya membentuk Kekebalan Kelompok (Herd Immunity).
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr. Arnoldus Tiniap mengatakan, saat ini sedang didorong agar masyarakat melakukan vaksinasi untuk mencapai angka 70 persen. “Supaya kalaupun kita terpapar kita akan tahan. Saat ini kita tidak bisa menghindar, dan kita dalam kondisi  yang tidak bisa mengelak dalam penyebaran virus Covid-19,” ungkap dr. Arnold Tiniap –biasa disapa– saat ditemui di Manokwari,  Kamis  (15/7/2021).
Menurut Direktur RSUD Papua Barat ini, untuk membentuk kekebalan tubuh secara kelompok, maka harus mematuhi program pemerintah yakni vaksinasi. “Kalaupun memang kita terpapar Covid-19, maka dengan sendirinya tubuh kita sudah memiliki kekebalan tubuh,” ujar mantan Sekretaris Dinkes Papua Barat ini.
Dia mencontoh, seperti di Singapura dan Australia, warga di sana dengan sukarela menerima vaksin, sehingga saat mereka terpapar Covid-19 maka mereka mengklaim bahwa Covid-19 itu hanya sebagai penyakit flu biasa. “Kenapa demikian? karena mereka sudah di vaksin, itu yang sebenarnya masyarakat  harus tau kenapa sampai dipaksakan untuk di vaksin,” kata Arnold.
Arnold menambahkan, sangat sulit untuk menghindar dari terinfeksi virus, sebab penyebaran virus ada di mana-mana. “Sehingga  cara satu-satunya kita harus vaksin,  okelah jika kita menggunakan protokol kesehatan, tetapi kalau jebol, maka kita sudah punya pelindung di dalam tubuh, karena kita sudah vaksin,” jelasnya.
Menurut dia, saat ini prokes saja tidak menjamin warga tidak terpapar, sama halnya jika sudah vaksin tetap saja masih bisa terpapar Covid-19. “Cuma kita sudah mempunyai daya tahan tubuh yang bagus,” pungkasnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.