LPKA Manokwari Bekali Anak Binaan Keterampilan Usaha, Pelatihan Pembuatan Keripik Sale Pisang

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Manokwari terus berkomitmen menyiapkan masa depan lebih baik bagi Anak Binaan.

Salah satu wujud nyatanya adalah pelaksanaan kegiatan pembinaan kemandirian berupa pelatihan pembuatan keripik sale pisang, yang berlangsung di lingkungan LPKA setempat pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini dipandu langsung oleh petugas pembinaan dan diikuti dengan penuh antusiasme oleh para Anak Binaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan pengembangan keterampilan dan wirausaha. Dalam pelatihan tersebut, para Anak Binaan diajarkan secara bertahap dan mendalam mengenai seluruh proses pengolahan pisang. Mulai dari tahap persiapan bahan baku yang baik dan berkualitas, proses penjemuran yang tepat, teknik pengolahan hingga menghasilkan keripik yang renyah dan lezat, sampai pada tahap pengemasan sederhana agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Kepala LPKA Kelas II Manokwari, Lince Bela, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian ini memiliki tujuan strategis, yaitu membekali setiap Anak Binaan dengan keterampilan positif yang kelak dapat menjadi modal utama saat mereka kembali hidup bermasyarakat.

“Melalui kegiatan-kegiatan praktis seperti ini, kami berharap seluruh Anak Binaan memiliki keahlian, keberanian, dan semangat untuk mandiri. Pembinaan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan pembentukan karakter, tetapi juga pengembangan potensi diri dan keterampilan kerja. Hal ini sangat penting agar mereka memiliki bekal masa depan yang lebih baik dan peluang hidup yang lebih layak setelah kembali ke masyarakat,” tegas Lince Bela.

Petugas pembinaan yang membimbing langsung kegiatan, Nelli Siagian, menjelaskan bahwa materi pembuatan keripik sale pisang dipilih karena dinilai memiliki banyak keunggulan. Selain proses pembuatannya yang relatif sederhana dan mudah dipraktikkan, produk olahan pisang ini juga dikenal memiliki pangsa pasar dan peluang usaha yang cukup menjanjikan serta berkelanjutan.

“Kami berusaha memberikan keterampilan yang sederhana namun sangat bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kami melihat sendiri antusiasme yang luar biasa dari anak-anak, mereka sangat serius dan senang mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses akhir pengemasan,” ungkap Nelli Siagian.

Kegiatan ini ternyata memberikan pengalaman berharga dan semangat baru bagi para peserta. Salah satu Anak Binaan yang berinisial A mengaku sangat senang dan bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut karena mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.

“Saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini, jadi tahu dan bisa belajar cara membuat keripik sale pisang yang enak. Semoga nanti setelah saya keluar dari sini, keterampilan dan ilmu yang saya dapatkan ini bisa saya gunakan untuk hal-hal yang baik, bisa jadi usaha, dan membantu ekonomi keluarga,” ujar A dengan penuh harap.

LPKA Kelas II Manokwari menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian seperti ini akan terus digalakkan dan dikembangkan. Hal ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsi lembaga sebagai pusat pembinaan, guna memastikan setiap Anak Binaan mendapatkan pendampingan yang bermanfaat, produktif, serta mampu membangun karakter positif dan jiwa wirausaha yang kuat demi masa depan yang cerah.(rls/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses