Launching Program RSPA,Kapolda: Kesadaran Berlalu Lintas di Papua Barat Perlu Diperbaiki

0
426
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing melaunching Program Road Safety Partnership Action (RSPA) sebagai bentuk upaya menekan fatalitas angka kecelakaan. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Kesadaran berlalu lintas di Papua Barat perlu diperbaiki, meskipun bukan sepenuhnya 100% kesalahan masyarakat. Ini disampaikan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing ketika melounching Program Road Safety Partnership Action (RSPA) sebagai bentuk upaya menekan fatalitas angka kecelakaan yang dilaksanakan  Ditlantas Polda Papua Barat di aula Arfak di Mapolda Papua Barat,  Jumat (7/8/2020).
“Saya juga mengimbau kepada pemda, dalam hal ini stakeholder terkait dengan infrastruktur, jadi apapun inovasi, kreasi dan edukasi yang diberikan Direktorat Lalu Lintas maupun Polda Papua Barat, termasuk jajaran TNI terkait, tanpa diikuti oleh infrastruktur jalan. Dimana kita lihat kondisi jalan belum memadai untuk dilewati oleh kendaraan yang berakibat cenderung adanya kecelakaan lalu lintas,” ungkap Tornagogo.
Menurut Kapolda khususnya di bidang lalu-lintas perubahan pola penindakan di lapangan tentu akan ada konsekuensi yang akan terjadi, tingginya angka pelanggaran lalu lintas tersebut yaitu adanya jumlah peningkatan kecelakaan lalu lintas.
Dengan adanya program RSPA diharapkan dapat menurunkan fatalities korban kecelakaan lalu lintas di jalan. “Kecelakaan lalu lintas itu yang paling banyak di sini adalah motor, itu karena mabuk-mabukan yang tidak bisa mengontrok, sehingga  terjadilah laka tunggal akibat menghantam beton badan jalan dan lain-lainnya, sehingga mengakibatkan meninggal ditempat. Kita lihat data untuk tahun 2019 yang meninggal akibat kecelakaan sebanyak 127 orang,” jelas Tornagogo.
Hal-hal seperti ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua, sehingga terus berinovasi untuk terus melaksanakan program-program, menyikapi persoalan di atas.  “Orang yang berkendaraan itu baik kendaraan roda empat harus menggunakan sabuk pengaman, terus yang paling sering terjadi sehingga terjadi pelanggaran lalu lintas atau ia berkendara dengan menggunakan handphone, jangankan di motor di mobil saja bisa menggunakan handphone seperti itu,” ujarnya.
Beberapa item program, yang penting yang perlu disikapi menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan handphone saat berkendara, serta penggunaan helm bagi pengendara roda dua. “Perubahan pola penindakan di lapangan akan ada konsekuennya  yakni peningkatan jumlah kecelakaan. Dilounchingnya RSPA ini untuk turunkan korban laka  dan saya berharap adanya sinnergritas  semua pihak, dan perbaikan itu tidak mesti dengan melakukan tindakan hukum, melainkan menggunakan cara yang humanis dalam bentuk prevemtif dan preventif,” tukas Kapolda.(aa)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.