Kapolda Papua Barat PTDH 9 Anggotanya

0
115
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Terhormat (PTDH) sembilan personil Polda Papua Barat, Selasa (3/12/2019) di lapangan upacara Polda Papua Barat, Anday, Manokwari. (Foto : Tomi)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM – Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Terhormat (PTDH) sembilan personil Polda Papua Barat, Selasa (3/12/2019) di lapangan upacara Polda Papua Barat, Anday, Manokwari.

PTDH itu sesuai surat keputusan Kapolda Papua Barat Nomor: Kep/329 S.D.337/X/2019 9. Personil Polda yang PTDH masing-masing Bripda Paulus Wanggai asal Polres Sorong Kota, Brigpol Eri Dwi Setiawan Polres Sorong Selatan, Brigpol Erikson Ohoi Wirin Polres Sorong Selatan, Bripda Lukas Fernandes Kolamsusu Polres Sorong Selatan, Brigpol Darius Yoab Rumbaisano Polres Raja Ampat, Briptu Ivon Wanggai Polres Raja Ampat, Bripda Fernando R. Erari Direktorat Krimsus Polda Papua Barat, Bripda Charles M. Soindemi Direktorat Pamobvit Polda Papua Barat dan Bripda Stephenso Salamoni asal Yanma Polda Papua Barat.

Kapolda mengatakan PTDH tersebut dilakukan dengan sangat menyesal dan telah dipikirkan secara matang, juga melalui proses yang cukup panjang.

Dia menjelaskan, mayoritas personil yang masuk PTDH karena desersi (pengingkaran tugas atau jabatan tanpa permisi,red) luar biasa. “Ada yang sudah satu tahun tidak bekerja, saya beranggapan bahwa, mereka yang tidak masuk sudah sekian lama itu sama dengan sudah tidak ingin bertugas di Kepolisian,” beber Kapolda.

Sedangkan, kata kapolda, polisi yang notabenenya melindungi dan mengayomi masyarakat, dituntut untuk 24 jam terus memberikan pelayanan pada masyarakat.

Dirinya tak ingin ada anggota yang benar-benar bekerja setulus hati, iklas menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan pengorbanan, menyaksikan oknum yang merasa tak punya kesalahan dan tidak pernah bekerja.

“Organisasi ini dibangun diatas kerja keras, disiplin, komitmen dan loyalitas. Kalau itu tidak bisa dipertanggung jawabkan maka akan runtuhlah semua ini,” ungkap Kapolda.

Ia menegaskan, upacara yang digelar secara terbuka itu, menjadi peringatan bagi seluruh personil Polda agar tidak seenaknya meninggalkan tugas.  “Kita diatur oleh aturan organisasi yang harus kita laksanakan. Saya tidak ingin perjuangan yang sudah diraih dengan susah payah, pengorbanan dan doa keluarga anda disia-siakan hanya untuk kepentingan pribadi anda. Yang mengalami tidak hanya anda tapi juga anggota keluarga anda, isteri, anak, orangtua dan keluarga besar,” sebut Kapolda dihadapan anggota PTDH.

Menurut kapolda sejumlah orangtua personil PTDH mendatanginya untuk meminta penangguhan, namun ia dengan tegas mengatakan, desersi yang dilakukan personil sudah tidak dapat ditolerir lagi. “Dengan hormat saya mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan pimpinan, namun tidak ada perubahan,” tutur Kapolda. (tom/bm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.