MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare mengimbau masyarakat di ini untuk tidak terprovokasi isu-isu yang berkembang seperti Black September.
Alfred meminta warga lebih cerdas menyikapi informasi yang sengaja digaungkan oknum tak bertanggung jawab. Menurutnya, sikap reaktif hanya akan menjebak masyarakat dalam skenario pihak yang ingin merusak kedamaian di Tanah Papua.
“Saya berharap masyarakat kita lebih cerdas melihat situasi yang berkembang. Kalau kita terprovokasi, berarti kita masuk dalam skenario oknum yang tidak bertanggung jawab. Papua Barat ini tanah yang damai,” tegas Alfred, Kamis (10/9/2026)
Ia menambahkan, jika ada persoalan atau aspirasi yang ingin disampaikan, masyarakat sebaiknya menempuh jalur formal dengan berkomunikasi langsung ke instansi atau satuan kerja terkait.
Menanggapi rencana aksi penyampaian pendapat terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kapolda mengapresiasi sikap masyarakat Papua Barat yang tetap tenang dan tidak terpengaruh untuk menggelar aksi yang berpotensi meresahkan.
Hasil pengecekan kepolisian di sejumlah kabupaten menunjukkan warga lebih memilih jalur komunikasi dan koordinasi.
“Masyarakat kita tidak terpengaruh untuk melakukan aksi yang mengganggu kemasyarakatan. Mereka sudah memilih perwakilan untuk berkoordinasi dan menyampaikan aspirasi secara santun,” jelasnya.
Meski menjamin kebebasan berpendapat, Alfred menegaskan jajarannya tidak akan segan mengamankan situasi apabila ada aksi yang berujung anarkis, memblokade jalan, atau mengganggu ketertiban umum.
“Apabila aksi tersebut mengganggu ketertiban masyarakat, mohon maaf, kami akan mengambil langkah tegas. Tindakan seperti itu tidak bertanggung jawab karena tidak mengikuti aturan dalam undang-undang tentang penyampaian pendapat di muka umum,” ujarnya.
Ia menekankan, kepolisian siap menjadi mediator dan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dan instansi pemerintah apabila aspirasi yang diusung murni untuk kepentingan umum.
“Jika aksinya kooperatif dan bertujuan menyampaikan aspirasi yang tersumbat demi kepentingan umum, kami akan bantu mediasi dan pertemukan dengan pihak pemerintah. Harapan saya, ke depan tidak ada lagi aksi yang merugikan kepentingan bersama,” pungkasnya. (mel)





















