Kami Tak Ingin Tinggal Diam Ketika Ada Pandemi

0
181
Paket komunikasi dan dukungan JPS SKK Migas – KKKS saat disalurkan di Kabupaten Sorong. (Foto: Ist)
KASUS Covid-19 diketahui di Indonesia, setelah Presiden Jokowi mengumumkan dua warga negara Indonesia terjangkit virus pada 2 Maret 2020. Kedua orang tersebut adalah ibu dan anak, yang sebelumnya bertemu langsung dengan warga negara Jepang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tak terkejut dengan pengumuman pemerintah Indonesia tentang kepastian dua kasus Covid-19 dan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kebersihan.
Saat itu kasus Covid-19 mulai meningkat. Upaya pencegahan terus dilakukan. Elemen masyarakat bahu-membahu menghadapinya. Tak hanya pemerintah, dukungan dan juga bantuan mulai datang dari berbagai pihak untuk mencegah dan menanggulangi dampak yang ditimbulkan.
Para donatur mulai bermunculan untuk meringankan beban Negara dalam penanganan Covid-19. Donasinya pun beragam. Ada bentuk uang, masker, APD (Alat Pelindung Diri)  maupun sembako. Tak ketinggalan industri hulu migas yang beroperasi di wilayah Papua dan Maluku (Pamalu). Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petrogas Bsin Ltd saat menerima kunjungan Muspida Kabupaten Sorong di lapangan Migas Kasim Marine Terminal (KMT) pada Rabu 1 April 2020, menerapkan Standar Operational and Procedure (SOP) pencegahan Covid-19, pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan. Bahkan tenaga operasional migas yang berada di lapangan lebih dulu menjalani pemeriksaan. “Apa yang dilakukan Petrogas Basin Ltd dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 secara internal perlu diapresiasi,  apalagi soal perubahan jadwal kerja yang disesuaikan dan pengaturan jadwal kerja karyawan yang berasal dari luar Sorong, ” ujar Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono, usai menjalani SOP pencegahan Covid-19 di lingkungan KMT.
Kata dia, penyesuaian positif (terhadap penanganan pencegahan penyebaran Covid-19) tersebut, juga perlu ditularkan kepada masyarakat di sekitar daerah operasi. Selain itu, dukungan dan partisipasi aktif dari perusahaan melalui program pengembangan masyarakat  perlu dijalankan, terutama melakukan edukasi. “Saya berharap semua karyawan Petrogas di KMT dan Lapangan Arar, agar tetap selalu sehat dan secara aktif mengecek perkembangan kesehatannya dengan benar. ID Card pekerja juga perlu terus digunakan, agar seluruh karyawan dapat termonitor dengan baik kesehatannya,” pesan Suka Harjono.
Sementara Field Operation Manager (FOM) Petrogas Basin, Wawan Ridwan, menyampaikan kesiapan lapangan dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, di antaranya melakukan edukasi baik spanduk maupun leaflet dan buku saku terkait  Covid-19.
Kepala Perwakilan SKK Migas  Pamalu Rinto Pudyantoro menyebut,  kebijakan perubahan jadwal pekerja lapangan di Industri Hulu migas, menjadi 21:21 (tiga minggu) atau 28:28 (empat minggu), merupakan langkah strategis managemen SKK Migas dalam mencegah penyebaran Covid-19 masuk hingga ke daerah operasional.
Pelaksanaan perubahan jadwal ini dapat memberikan kesempatan yang cukup bagi pekerja migas untuk melakukan karantina mandiri, bila terpapar dalam perjalanan menuju wilayah. Bukan hanya industri hulu migas di Kabupaten Sorong, pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang dilakukan bersama pemerintah setempat.
Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Pamalu, Galih W. Agusetiawan menyebut, dua perusahaan  yang telah melakukan eksploitasi minyak dengan kontrak PSC gross split tetap berkontribusi aktif melawan penyebaran Covid-19 di kabupaten tersebut. Citic dan Klarez juga memberikan dukungan air tawar sebanyak 30.000 ribu liter dan 3000 liter cairan disinfektan untuk supply giat penyemprotan.
Aksi ini dilakukan dengan menggunakan mobil operasional Polres SBT, menyasar enam lokasi yang memiliki potensi terdampak, lantaran sering dikunjungi masyarakat dalam aktifitas sehari-hari. Lokasi tersebut antara lain, area pelabuhan Sesar Bula, area Kampung Wailola Bula, area Kampung Jawa Bula, serta area di sekitar Masjid dan Polsek Bula.
Rinto Pudyantoro menegaskan, pihaknya telah sepakat bersama KKKS yang beroperasi di Papua dan Maluku untuk memprioritaskan terlaksananya dukungan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya di bidang kesehatan, untuk mendukung pemda dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “PPM bidang kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini menjadi bagian program bersama seluruh operator industri hulu migas di Pamalu. Anggaran pelaksanaannya telah disepakati dalam program kerja tahunan mereka dan harus dilaksanakan,” ungkap Rinto Pudyantoro.
Rinto melanjutkan, industri hulu Migas adalah industri strategis Negara yang wajib memberikan kontribusi positif bagi Negara. “Kami tak ingin tinggal diam ketika ada kejadian pandemi yang juga dapat menganggu stabilitas Negara ini, terutama di lokasi dekat dengan daerah operasional,” tegas Rinto.
Sejak saat itu bantuan terus mengalir. BP Indonesia bersama SKK Migas menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni, Fakfak dan Manokwari. Bantuan itu terdiri dari 40.000 masker non medis, 50 thermogun, 1000 masker N95 pakaian medis (hazmat suit) 5000 sarung tanggan, 1000 kacamata pelindung dan 3000 liter cairan pembersih tangan. Hal yang sama dilakukan SKK Migas bersama Inpex Masela, yang memberikan bantuan melalui Pemerintah  Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
Upaya SKK Migas dan Kontraktor KKKS melakukan giat kepedulian terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 di KKT, tidak hanya dikarenakan akan dibangunnya kilang Liquefaction Natural Gas (LNG) atau Kilang Gas Alam Cair oleh Kontraktor SKK Migas yaitu Inpex Masela Ltd di KKT, namun juga merupakan bagian dari kepedulian terhadap potensi penyebaran yang perlu segera prioritaskan, sehingga tidak menyebar hingga daerah operasional hulu migas di Indonesia.
Tak hanya itu, Srikandi Kartini SKK Migas bersama JOB Pertamina PetroChina Salawati pun memberikan bantuan guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 kepada Pemerintah Kabupaten Sorong. Upaya SKK Migas dan KKKS melakukan giat kepedulian terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sorong, dimotori tiga srikandi kantor perwakilan SKK Migas wilayah Pamalu.
Semangat Hari Kartini, yang dirayakan setiap tahun oleh wanita-wanita Indonesia, memberikan semangat berbagi rasa dan karya oleh para Kartini hulu migas di tengah kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Sorong. Dolmice Karsau, Magdalena Dimara dan Donabella Ayatanoi, ketiganya adalah pekerja Departemen Humas SKK Migas Pamalu, sejak awal penyebaran Covid-19 ditetapkan, telah bekerja bersama beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan yayasan kesehatan anak dan ibu yang ada di Sorong.
Hasil kerja bersama bidang kesehatan yang dikemas dalam Program Pengembangan Masyarakat (PPM), bertujuan untuk menyebarkan informasi dan edukasi positif bagi masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Sorong Raya. “Kami bekerja sama dengan KKKS yang ada di Papua Barat, dalam memberikan dukungan dan kepedulian, yang secara bertahap hasilnya kami berikan kepada pemerintah daerah penghasil migas,” ujar Dolly, -sapaan akrab Dolmice Karsau-,  sewaktu menyerahkan hasil PPM Bersama SKK Migas – KKKS dan Bantuan Bencana Non Alam bersama pekerja JOB Pertamina-Petrochina Salawati (JOB PPS). Petrogas Basin Ltd tidak hanya memberikan bantuan ke Kabupaten Sorong, tapi juga menyalurkan bantuan lanjutan kepada Pemerintah Kota Sorong.
Rinto mengatakan, Kota Sorong sebagai pintu masuk kegiatan operasional hulu migas di tanah Papua, menjadi sangat penting bagi keberlangsungan roda perekonomian pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah, terutama dalam masa bencana nasional Covid-19 ini. “Kami telah mengimplementasikan PPM di Bidang Kesehatan, juga terdapat bantuan alat pendukung medis, yang telah kami prioritaskan untuk disalurkan kepada Pemerintah Kota Sorong,” ujarnya.
KKKS yang beroperasi di Papua Barat telah diminta untuk turut menyalurkan bantuan guna mendukung kesiap siagaan Kota Sorong dalam penanganan Covid-19. Selain pada lokasi lokasi daerah operasional seperti Kabupaten Sorong dan Teluk Bintuni. Penyerahan bantuan lanjutan juga dilakukan di Posko Satgas Pencegahan Penangulangan Covid-19 Pemerintah Kota Sorong, yang berlokasi di dalam gedung kantor Walikota pada Selasa 28 April 2020. Penyerahan dilakukan oleh staf humas Kantor Perwakilan SKK Migas Pamalu bersama pekerja Petrogas Basin Ltd kepada Gugus Tugas Satgas Covid-19 Kota Sorong yang diwakilkan oleh Ruddy R. Laku yang disaksikan Sekretaris Kota Sorong, Welly Tigtigweria.
Saat itu telah tersalur bantuan dari program PPM SKK Migas – KKKS kepada Pemerintah Kota Sorong sejumlah 5 unit materi penyuluhan baliho, 4 materi penyuluhan Xbanner, serta bantuan terkait peralatan medis kesehatan yaitu:  12 Set lengkap  alat pelindung diri tenaga medis, unit cuci tangan portable, dan kurang lebih 1600 masker bedah medis dan masker N95 3M 9501V, juga 80 botol cairan antiseptik gel pembersih tangan. KKKS lainnya yakni Genting Oil Kasuari Pte juga melakukan hal yang sama di Kabupaten Teluk Bintuni, yang memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan lainnya bagi pemerintah daerah.
Sekretaris Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Teluk Bintuni, Gustav Manuputty mengapresiasi industri hulu migas yang beroperasi di daerah tersebut, karena aktif memberikan bantuan alat kesehatan dan alat alat peraga komunikasi bagi pencegahan penyebaran virus Corona. “Secara bertahap, sejak tanggal 4 sampai dengan 6 Mei 2020, telah diserahkan paket Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari Baju Pelindung, Helm Pelindung, Kacamata Google, Sarung Tangan, Sepatu Boots Latex, dan Masker anti Virus N95 untuk tenaga kesehatan. Serta baliho, poster dan standing banner mengedukasi masyarakat Bintuni agar melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 secara mandiri,” ujarnya.
General Manager Genting Oil dan Gas Kasuri Pte, Nara Nilandaroe mengaku bersyukur karena bisa turut berpartisipasi membantu Kabupaten Bintuni. Harapannya,  pemerintah bersama masyarakat dapat terus bersama sama mencegah penyebaran Covid-19. Tidak hanya sampai di situ, Genting Oil Kasuri Pte Ltd juga memberikan bantuan ke ibukota Provinsi Papua Barat. Bantuan itu diterima Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat, Yohan Abraham Tulus di kantornya di Arfai pada Kamis 7 Mei 2020.
Public Relation and Govrel Supervisor, Beta Anggini menyebut, bantuan alat pelindung diri (APD) telah diserahkan secara simbolis oleh Hendy Sahetapy, selaku Field Supervisor Genting Oil KAsuri Pte Ltd, kepad Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua Barat melalui Dinas ESDM. Bantuan itu berupa 10 Box Masker Medis (500 pcs) dan Hans Sanitizer 100 pcs (100 ml). “Kita Turut berempati adanya masyarakat yang telah terjangkit wabah Covid-19 di Papua Barat, kita berharap semoga pemerintah daerah bersama masyrakat dapat terus bersama-sama mengupayakan pencegahan dan penanganan kesehatan, agar kehidupan dan kegiatan masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala,” kata Anggi.
Gandeng GKI dan Baznas
Totalitas dukungan industri hulu migas terus diberikan kepada Provinsi Papua Barat. Terbukti Kamis 16 Juli 2020 dalam pelaksanaan kegiatan komunikasi bersama di Manokwari, SKK Migas dan KKKS wilayah Pamalu kembali mengandeng organisasi-organisasi keagamaan untuk membagikan materi komunikasi dan dukungan Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada masyarakat.
Kepala Departemen Humas Perwakilan SKK Migas Pamalu, Galih Agusetiawan mengatakan sejak April 2020 hingga saat ini, SKK Migas – KKKS Pamalu tidak pernah putus dalam memberikan dukungan kepada daerah-daerah tempat mereka beroperasi di Papua Barat.
Ribuan peralatan pendukung medis telah diberikan industri hulu migas di Provinsi Papua Barat, yaitu berupa lebih dari 41.000 masker non Medis, 1.100 masker N95 antivirus, 7.200 masker bedah medis, 6.200 sarung tangan latex, 2.000 kaca mata/face shield, dan ratusan thermometergun serta alat pelindung diri tenaga medis (lengkap dengan baju hazmat dan perlindungan lainnya), juga alat test cepat Covid-19, untuk membantu penanganan Covid-19.
Selain itu, Galih juga menyampaikan, untuk keperluan pencegahan ditengah masyarakat, lebih dari 32.000 ml cairan disinfektan (lengkap dengan alat semprotnya), dan 3.500 handsanitazier, 2.000 vitamin untuk menambah imum tubuh, serta beberapa alat cuci tangan portable telah terlaporkan diterima oleh gugus tugas penanggulangan Covid di kota/kabupaten dimana kegiatan hulu migas berada di Papua Barat. “Seluruh dukungan kegiatan SKK Migas – KKKS kepada pemerintah daerah dalam panemi Covid-19 ini, adalah merupakan bagian dari biaya kegiatan operasional hulu migas, hal itu bukan bersumber dari APBN,” ujar Galih menjelaskan.
“Kami ikut bersimpati dan peduli, karena kami juga merupakan bagian dari masyarakat Papua, yang bekerja di Tanah Papua itu sendiri, dan kami juga mendambakan kesehatan dan ketentraman seperti sediakala, sehingga kegiatan operasional hulu migas terus dapat normal beroperasi,” tambah Galih.
Menarik dari kegiatan SKK Migas – KKKS Pamalu, disetiap aksi, mereka selalu menyertakan materi-materi informasi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona. Sejumlah ratusan materi informasi pencegahan penyebaran virus dalam media komunikasi baliho, spanduk, banner dan flyer telah dibagikan dan terpasang, sebagai informasi penyuluhan kepada masyarakat di daerah operasionalnya. Melengkapi kegiatan di Papua Barat, hingga mencapai 1.500 paket komunikasi dan dukungan JPS akan terus dibagikan, termasuk didalamnya dukungan kepada masyarakat Manokwari.
Menyasar organisasi keagamaan yang memiliki kepedulian kepada anak yatim-piatu, duda-janda lanjut usia dan keluarga terpapar Covid-19, SKK Migas bersama pelaksana kegiatan mendapat dukungan pendistribusikan dari Klasis GKI Manokwari dan Badan Amil Zakat (Baznas) Manokwari, sesuai usulan organisasi keagamaan tersebut. Paket komunikasi dan dukungan JPS SKK Migas – KKKS diserahkan kepada Ketua GKI Manokwari Pendeta Pdt. Johanis C. Mamoribo MTh di Kwawi dan Wakil Ketua Baznas Papua Barat, Sali Pelu di Wosi.
Mereka mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan serta kepercayaan yang berikan, seraya berkomitmen untuk dapat mendistribusikan kepada masyarakat yang berhak. Bantuan serupa juga diperoleh wartawan yang berada di Kabupaten Manokwari, Kota Sorong dan Teluk Bintuni, yang disalurkan melalui dompet duafa bekerja sama dengan organisasi wartawan. (Bustam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.