Jumlah Kumulatif Kasus Positif di Papua Barat 212, Ada Penambahan 3 Orang

0
122
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat menyampaikan perkembangan terkini per 16 Juni 2020.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr.Arnoldus Tiniap memaparkan, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 3 kasus, berasal dari Kabupaten Sorong 2 kasus dan 1 kasus dari Kota Sorong. Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah Papua Barat sebanyak 212 kasus (13,9%). Dari jumlah tersebut, 94 orang dinyatakan telah sembuh (44,3%).
Sesuai rincian per kabupaten/kota, pasien positif dari Kota Sorong sebanyak 74 orang, sembuh 7 orang. Bintuni positif 50 orang, sembuh 42 orang, Kabupaten Sorong positif 48 orang, sembuh 21 orang, Raja Ampat positif 19 orang, sembuh 13 orang,Manokwari positif 11 orang, sembuh 7 orang, Fakfak positif 5 orang, sembuh nol, Wondama positif 3, sembuh 3, Manokwari Selatan positif 1 orang, sembuh 1 orang.
Sedangkan yang meninggal dunia 18 orang. PDP14 orang, asal Kota Sorong 8 orang, Manokwari 1 orang, Bintuni 4 orang dan 1 dari Raja Ampat. ODP 1 orang dari Kota Sorong. Positif 3 orang, dari Kota Sorong. Persentase kematian dari kasus terkonfirmasi (3 dan 212) adalah 1,4%.
Sedangkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) hari ini ada tambahan 16 orang, berasal dari Fakfak 12 orang, Raja Ampat 3 orang dan Kota Sorong 1 orang. Total 1187 orang, yang masih dalam pemantauan 284 orang, selesai pemantauan 903 orang.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada tambahan hari ini 3 orang, berasal dari Kota Sorong. Total sebanyak 95 orang. Masih dalam pengawasan 17 orang, selesai pengawasan 78 orang. Untuk Orang Tanpa Gejalah (OTG) hari ini tambah 44 orang, dari Manokwari 41 orang, Kota Sorong 2 orang dan Raja Ampat 1 orang. Total OTG 2108, masih dalam pemantauan 900 orang, selesai pemantauan 1208 orang.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat mengimbau kepada semua warga untuk mulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru. “Kebiasaan baru berarti melaksanakan upaya-upaya pencegahan (protokol kesehatan) seperti pakai masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak saat interaksi dengan orang lain. Sampai kapan kebiasaan baru ini dilakukan? Sampai ada vaksin atau obat yang efektif untuk mengatasi penyakit ini!!!,” demikian keterangan dr.Arnold. (aa/bm)
Editor: BUSTAM
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.